Surakarta, Krajan.id – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan prototipe pembangkit listrik hybrid yang memadukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Inovasi ini dikembangkan melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak (JARPAK) 2025 kategori studi independen sebagai upaya mendorong pembelajaran berbasis proyek sekaligus menghadirkan solusi energi terbarukan yang aplikatif.
Tim mahasiswa yang terlibat terdiri atas Ahmad Jhiro Pramudita, Ahmad Fadlan, Daffa Izazudin, Eka Bima Syahputra, dan Emir Dzaky Marcello. Mereka mendapat bimbingan dari dosen Teknik Elektro, Dr. Ir. Chico Hermanu B. A., S.T., M.Eng. Kegiatan dilakukan pada periode September hingga Desember 2025 dengan tahapan perancangan, perakitan, pengujian, dan evaluasi sistem pembangkit.
Pembangkit listrik hybrid PLTS–PLTB dirancang untuk menghasilkan suplai energi yang lebih stabil dengan memanfaatkan karakter masing-masing sumber energi. Saat cuaca cerah, sistem memaksimalkan energi surya, sementara ketika intensitas matahari menurun atau kecepatan angin meningkat, turbin bayu mengambil peran sebagai sumber utama pendukung. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan jeda suplai energi yang kerap muncul pada sistem berbasis satu sumber energi terbarukan.

Sistem hybrid tersebut dilengkapi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) sehingga parameter seperti tegangan, arus, dan daya dapat dipantau secara real-time.
Dalam keterangan yang diberikan (1/1/2026), tim juga menerapkan algoritma Maximum Power Point Tracking (MPPT) adaptif pada sisi PLTS agar keluaran daya tetap berada pada titik kerja optimal. Kehadiran fitur ini diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus memudahkan pengguna dalam mengontrol kinerja sistem.
Dosen pembimbing, Dr. Ir. Chico Hermanu B. A., S.T., M.Eng., menyatakan bahwa program hibah tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dan praktik melalui proyek riil.
“Melalui skema pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dilatih merancang, menguji, dan mengevaluasi sistem secara menyeluruh. Pengalaman ini penting untuk membangun kesiapan bersaing di dunia profesional, khususnya di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pembangkit hybrid ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar, tetapi juga sebagai riset terapan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Prototipe yang dihasilkan dapat direplikasi untuk kebutuhan laboratorium, lembaga pendidikan, hingga pemanfaatan skala kecil pada masyarakat.
Inovasi ini sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pengembangan teknologi ramah lingkungan. Melalui proyek tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan karya teknis, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem riset energi terbarukan di perguruan tinggi.





