Tlogotirto, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program penanaman Lubang Resapan Biopori (LRB) di Desa Tlogotirto, Kabupaten Sragen. Program ini ditujukan untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan sekaligus menjadi alternatif pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga.
Selama ini, sebagian warga Desa Tlogotirto masih mengelola sampah dengan cara dibakar. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan polusi udara yang berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Di sisi lain, mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani juga menghasilkan limbah organik dari sisa pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung berakhir sebagai sampah.
Melihat kondisi tersebut, Tim 108 KKN-R UNDIP, di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, S.A.P., M.Si., memperkenalkan konsep biopori kepada masyarakat sebagai solusi sederhana dan berkelanjutan. Biopori dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi genangan air saat musim hujan dan mengolah limbah organik menjadi kompos.
Program ini digagas oleh Rama Nur Seta Nugraha, mahasiswa KKN UNDIP, sebagai bagian dari agenda pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa biopori dipilih karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar.
“Melalui lubang resapan biopori, air hujan bisa lebih cepat meresap ke dalam tanah. Di saat yang sama, sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi kompos,” kata Rama.
Sosialisasi program dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) di balai desa. Kegiatan tersebut diikuti oleh para ketua RT serta sejumlah undangan dari unsur masyarakat. Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN memaparkan konsep dasar biopori, mekanisme kerjanya, tahapan pembuatan, hingga menampilkan contoh biopori yang telah jadi. Tim KKN juga menyerahkan booklet modul biopori kepada pemerintah desa yang diwakili oleh Kepala Desa Tlogotirto, Ngadiyo.
Perangkat desa menyambut baik program tersebut. Sekretaris Desa Tlogotirto, Darmawan, menilai konsep biopori relevan dengan kebutuhan warga. “Biopori ini bisa dimanfaatkan ibu-ibu untuk membuang sampah dapur, sementara komposnya nanti dapat digunakan bapak-bapak sebagai pupuk alternatif,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (5/2/2026), mahasiswa KKN melakukan praktik langsung dengan menanam biopori di pekarangan rumah warga. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai contoh penerapan agar masyarakat dapat menirunya secara mandiri.

Kun, salah satu warga yang rumahnya dijadikan lokasi percontohan, mengaku antusias. “Bagus, bisa bikin pupuk sendiri dan tidak perlu beli pupuk mahal,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap tumbuh kesadaran kolektif warga Desa Tlogotirto akan pentingnya menjaga lingkungan. Langkah sederhana seperti biopori diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan desa dalam jangka panjang.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





