Pelatihan Pembuatan Silase, Solusi Cerdas Atasi Kekurangan Pakan Ternak di Padukuhan Kapingan

Dokumentasi bersama setelah pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)
Dokumentasi bersama setelah pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)

Bantul, Krajan.id – Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan, Kalurahan Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan kekurangan pakan ternak yang kerap terjadi saat musim kemarau, sekaligus meningkatkan kualitas pakan demi produktivitas ternak yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Pelatihan yang berlangsung pada Minggu, (27/7/2025) di Balai Padukuhan Kapingan ini dihadiri oleh Kepala Desa Temuwuh, Kepala Padukuhan Kapingan, serta anggota kelompok tani dan kelompok peternak setempat.

Hasil asesmen yang dilakukan mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternak di musim kemarau. Selain itu, banyak peternak belum memahami secara mendalam kebutuhan nutrisi ternak dan pentingnya pengelolaan pakan yang tepat.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unram Siap Mengabdi di Empat Kabupaten NTB

Menurut pemateri, Hery Sogen, pembuatan silase tidak hanya menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pakan, tetapi juga mampu meningkatkan kecernaan serat kasar oleh mikroorganisme dalam rumen ternak.

“Manfaat pembuatan silase sangat besar, mulai dari meningkatkan kualitas pakan hingga menjadi langkah awal mewujudkan peternakan berbasis produksi berkelanjutan di Kapingan,” ujarnya.

Mahasiswa KKN PPM UMBY saat memberikan pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)
Mahasiswa KKN PPM UMBY saat memberikan pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)

Dalam praktik lapangan, Hery bersama Oki dan Deni memberikan demonstrasi langsung cara membuat silase. Proses dimulai dengan pengenalan alat dan bahan, kemudian mencacah dan melayukan hijauan menjadi potongan berukuran 2–3 cm dengan kadar air 70–80%.

Selanjutnya, hijauan dicampur dengan bekatul dalam perbandingan 10:3, lalu ditambahkan EM4 dan molases masing-masing sebanyak 1 ml. EM4 berfungsi menambah mikroorganisme, sedangkan molases menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tersebut. Hasil campuran kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat (kondisi anaerob) untuk proses fermentasi.

Antusiasme saat sesi pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)
Antusiasme saat sesi pelatihan pembuatan silase sebagai pakan ternak alternatif bagi masyarakat Dusun Kapingan. (doc. Mahasiswa Kelompok 18 KKN-PPM UMBY)

Masyarakat tidak hanya menyaksikan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam pembuatan silase, sehingga mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga: Mahasiswa KKM 28 UNIBA Gelar Festival Keagamaan 2025 di MI Al-Mu’minun

Agus Sunaryo, Kepala Padukuhan Kapingan, mengapresiasi kegiatan ini. “Program yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UMBY ini menjawab tantangan yang dihadapi warga dalam memelihara ternak di musim kemarau. Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi langkah awal untuk memajukan kualitas peternakan di Kapingan,” ungkapnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi peternakan yang ada sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pakan, sehingga ketahanan pangan di sektor peternakan dapat terjaga.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *