Penawangan, Krajan.id – Warga Dusun Punden, Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, kembali menggelar tradisi tahunan Pengajian Suronan pada Minggu malam (20/07/2025).
Kegiatan ini merupakan wujud syukur dan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dengan mengusung tema “Ngawilujeng Bumi Punden”, pengajian tahun ini menghadirkan KH. Jumardi Ahmad Tsalis sebagai penceramah utama, serta dimeriahkan oleh grup Sholawat El-Shinta dari Demak, yang dikenal luas di kalangan jamaah pengajian.
Menurut Kepala Dusun Punden, Sugiarno, tema Ngawilujeng Bumi Punden memiliki makna mendalam. “Ngawilujeng berasal dari kata ‘wilujeng’ yang berarti selamat, sedangkan ‘bumi’ dimaknai sebagai tanah kelahiran atau tempat tinggal. Tema ini kami angkat sebagai bentuk harapan dan doa agar warga Dusun Punden selalu dilimpahi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya dalam wawancara di kediamannya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini terbuka untuk umum. Tidak hanya dihadiri warga Dusun Punden, acara juga diikuti oleh masyarakat dari seluruh wilayah Desa Penawangan, bahkan beberapa dari luar desa.
Tingginya antusiasme warga terlihat dari membludaknya jamaah yang hadir, yang tidak hanya ingin mengikuti pengajian, tetapi juga menikmati kebersamaan dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Baca Juga: KKN 153 UINSA Kenalkan Kearifan Lokal Lewat Lomba Tradisional Bersama Warga dan Tamu Portugal
Kepala Desa Penawangan, Sulistiyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat ikatan sosial di masyarakat. “Guyub masyarakat sangat penting dalam menunjang kemaslahatan bersama.
Melalui pengajian Suronan ini, kami ingin membangun harmoni antarwarga serta memperkuat rasa memiliki terhadap desa,” tuturnya.
Panitia pun berinisiatif menghadirkan grup sholawat populer sebagai daya tarik tambahan agar masyarakat lebih antusias mengikuti kegiatan. Keputusan ini terbukti efektif dalam menarik minat warga, terutama generasi muda yang semakin tertarik mengikuti kegiatan keagamaan yang dikemas secara menarik.
Baca Juga: Budaya dan Pemberdayaan Warga Desa Sulek Jadi Sorotan Turis Portugal
Kegiatan pengajian Suronan tak hanya berisi ceramah dan lantunan sholawat, tetapi juga menjadi ruang dialog antarwarga dan perangkat desa. Momen ini digunakan warga untuk bersilaturahmi, menyampaikan aspirasi, dan berdiskusi ringan terkait pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Tradisi Suronan di Dusun Punden telah menjadi bagian dari warisan budaya yang senantiasa dipertahankan. Kegiatan ini tak hanya memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga menjadi wahana pelestarian tradisi lokal dan sarana membangun kohesi sosial dalam masyarakat desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





