Kacangan, Krajan.id – Limbah bonggol jagung yang selama ini terbuang percuma kini mulai dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomis. Inovasi tersebut dikembangkan oleh mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1 di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Sabtu (31/1/2026).
Salah satu anggota tim KKN, Deddy Agung Bintoro, mahasiswa Sekolah Vokasi Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik UNDIP, menggagas pengolahan bonggol jagung menjadi briket ramah lingkungan. Inisiatif ini lahir dari pengamatan terhadap melimpahnya limbah pertanian jagung yang selama ini hanya dibakar atau dibuang tanpa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Bonggol jagung sebenarnya memiliki potensi energi yang cukup baik. Jika diolah dengan tepat, bisa menjadi bahan bakar alternatif yang murah sekaligus ramah lingkungan,” ujar Deddy dalam kegiatan sosialisasi kepada warga.
Program ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa, khususnya dalam memanfaatkan limbah pertanian agar memiliki nilai ekonomis. Tim KKN tidak hanya memperkenalkan konsep briket, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengertian briket, manfaatnya, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga desa. Masyarakat diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pengeringan bonggol jagung, pengarangan, pencampuran bahan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan briket. Selain itu, tim KKN juga menyampaikan strategi dasar pemasaran produk briket sebagai usaha rumahan.

Pelatihan secara khusus menyasar pemuda desa dan anggota karang taruna, dengan harapan inovasi ini dapat dikelola secara berkelanjutan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus mendorong munculnya wirausaha baru berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Kacangan memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan limbah pertanian dan pemanfaatan briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih hemat dibandingkan bahan bakar konvensional. Briket hasil produksi dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, maupun dikembangkan sebagai produk komersial.
Dengan demikian, limbah bonggol jagung yang sebelumnya tidak bernilai kini bertransformasi menjadi peluang ekonomi desa. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh inovasi sederhana yang aplikatif serta mampu meningkatkan kemandirian masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





