Sinergi KKN Untidar dan Karang Taruna Tebar 1.000 Bibit Ikan untuk Pulihkan Ekosistem Sungai Elo

Mahasiswa KKN Universitas Tidar bersama Karang Taruna Desa Madusari menunjukkan bibit ikan nilem yang akan ditebar di Sungai Elo, Dusun Kembangan 2, Kabupaten Magelang, Senin (2/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Tidar bersama Karang Taruna Desa Madusari menunjukkan bibit ikan nilem yang akan ditebar di Sungai Elo, Dusun Kembangan 2, Kabupaten Magelang, Senin (2/2/2026). (doc. pribadi)

Magelang, Krajan.id – Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa tampak nyata di Dusun Kembangan 2, Desa Madusari, Kabupaten Magelang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) bersama Karang Taruna setempat menggelar kegiatan penebaran 1.000 bibit ikan nilem di Sungai Elo, Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memulihkan keseimbangan ekosistem sungai yang dalam beberapa tahun terakhir terancam akibat praktik penangkapan ikan menggunakan alat setrum. Penebaran dilakukan di sejumlah titik strategis Sungai Elo dengan dukungan Dinas Perikanan Kabupaten Magelang.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Mahasiswa KKN Untidar, Ardi, mengatakan kegiatan tersebut dilandasi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ketahanan pangan masyarakat desa. Menurutnya, sungai memiliki peran penting sebagai sumber daya alam yang perlu dijaga bersama.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi kepedulian kami terhadap kelestarian ekosistem sungai. Kami berharap populasi ikan dapat meningkat secara alami sehingga ke depan bisa menjadi alternatif sumber pangan bagi warga Desa Madusari,” ujar Ardi.

Ia menambahkan, keterlibatan Karang Taruna Dusun Kembangan 2 menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan. Peran pemuda dinilai krusial sebagai penggerak sosial di tingkat masyarakat.

“Kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif Karang Taruna Dusun Kembangan 2. Mereka adalah penggerak utama kegiatan sosial di lingkungan masyarakat,” katanya.

Kondisi Sungai Elo di Desa Madusari memang menghadapi tantangan serius. Perwakilan Karang Taruna Desa Madusari, Rafi, mengungkapkan bahwa praktik penangkapan ikan dengan alat setrum masih kerap ditemukan dan berdampak langsung pada menurunnya populasi ikan.

“Keadaan sungai saat ini cukup memprihatinkan karena banyak pengambilan ikan menggunakan alat setrum. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, dampaknya tidak akan baik bagi generasi selanjutnya,” ujar Rafi.

Ia berharap program penebaran bibit ikan yang diinisiasi mahasiswa KKN Untidar dapat menjadi langkah awal dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Inisiatif kolaboratif tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Dinas Perikanan Kabupaten Magelang mendukung kegiatan ini dengan menyediakan bibit ikan nilem yang dinilai sesuai dengan karakteristik perairan umum daratan di wilayah tersebut.

Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Magelang, Aprilia, menilai kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Untidar mampu membantu tugas dinas dalam menjangkau wilayah yang tidak selalu dapat dipantau secara langsung.

“Kegiatan ini sangat baik karena membantu kami memperpanjang jangkauan. Ketika kami tidak bisa terjun langsung ke lokasi, mahasiswa KKN dapat berperan aktif melakukan kegiatan yang berdampak langsung bagi lingkungan,” ujar Aprilia.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemuda desa, dan pemerintah daerah, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem Sungai Elo, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *