Sulap Sampah Plastik Menjadi Paving Block, Tim KKN UNS Beri Alternatif Cara Pengelolaan Sampah

Tim KKN UNS foto bersama peserta sosialisasi dan demonstrasi pembuatan paving block dari sampah plastik. (doc. Tim KKN UNS EPPM 18)
Tim KKN UNS foto bersama peserta sosialisasi dan demonstrasi pembuatan paving block dari sampah plastik. (doc. Tim KKN UNS EPPM 18)

Kismoyoso, Krajan.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah plastik dengan mengolahnya menjadi paving block. Program ini dilaksanakan di Dusun Kedungdowo, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada (9/2/2025).

Program ini diikuti oleh masyarakat Kedungdowo, Desa Kismoyoso yang turut mewujudkan tujuan pembangunan (SDGs) poin ke-9 tentang Infrastruktur Industri dan Inovasi dan poin ke-15 tentang Menjaga Ekosistem Darat.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa melihat masih kurangnya kesadaran warga mengenai daur ulang sampah plastik yang menumpuk. Sebagian besar warga memilih alternatif dengan membakar sampah atau membuangnya di bantaran sungai.

Berdasarkan observasi tim KKN UNS, pengelolaan sampah plastik di Desa Kismoyoso masih belum maksimal. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa menginisiasi program kerja pemanfaatan limbah plastik yang digunakan sebagai paving block.

Di sisi lain, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah (Disperakim Prov Jateng) menyatakan bahwa Desa Kismoyoso adalah salah satu kawasan kumuh. Maka dari itu, program ini dapat membantu pengelolaan sampah, terutama sampah plastik.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UMBY Berikan Edukasi Bahaya Bank Plecit kepada Ibu-Ibu di Dusun Pancuran

Kegiatan diawali dengan penyampaian sosialisasi pembuatan paving block dan dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung oleh penanggung jawab program kerja, Bara Anugerah Pratama. Paving block yang dibuat berbahan dasar sampah plastik, oli bekas, dan pasir.

Sampah plastik dan oli bekas dibakar secara bersamaan hingga sampai pada volume yang dibutuhkan. Kemudian, tambahkan pasir hingga adonan tercampur rata. Adonan yang sudah rata dapat langsung dicetak dan ditekan menggunakan alat pres.

Setelah dicetak, paving blok direndam dengan air selama 30 menit untuk mendinginkan dan mengunci adonan agar mengeras dan menyatu dengan sempurna.

Kegiatan demonstrasi pembuatan paving block dari sampah plastik. (doc. Tim KKN UNS EPPM 18)
Kegiatan demonstrasi pembuatan paving block dari sampah plastik. (doc. Tim KKN UNS EPPM 18)

“Tujuan utama dari sosialiasi ini adalah untuk mengurangi limbah sampah plastik yang ada di lingkungan, mengubah kebiasaan masyarakat untuk mengolah sampah, serta memanfaatkan sampah plastik untuk digunakan sebagai paving block,” ungkap Bara.

Baca Juga: Dukung Produktivitas Petani dan Peternak, KKN UMBY Hadirkan Papan Informasi

Dengan dilaksanakannya program kerja “Sosialisasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik untuk Digunakan Sebagai Paving Block“, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya mengolah sampah dan mengubah stigma masyarakat bahwa sampah itu bukanlah masalah tetapi sampah adalah suatu bahan yang dapat digunakan dan dimanfaatkan lagi. Masyarakat juga diharapkan dapat praktik secara langsung mengubah sampah plastik menjadi paving block.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar