Tim 39 KKN-Tematik UNDIP Bangun Ketangguhan Bencana Desa Gulon Lewat Pemetaan Digital Berbasis GIS

Tim 39 KKN-Tematik Universitas Diponegoro berfoto bersama usai menyerahkan peta jalur evakuasi dan mitigasi bencana berbasis GIS di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. (doc. M. Fatikh)
Tim 39 KKN-Tematik Universitas Diponegoro berfoto bersama usai menyerahkan peta jalur evakuasi dan mitigasi bencana berbasis GIS di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. (doc. M. Fatikh)

Gulon, Krajan.id – Upaya memperkuat ketahanan desa terhadap bencana erupsi Gunung Merapi dilakukan Tim 39 KKN-Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Melalui pemanfaatan teknologi pemetaan digital berbasis GIS, mahasiswa menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih terstruktur, akurat, dan mudah diakses masyarakat.

Program KKN-Tematik ini mengusung tema Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Peningkatan Ketahanan Desa terhadap Bencana Erupsi Merapi. Fokus utamanya adalah memperkuat kesiapsiagaan warga Desa Gulon yang berada di kawasan rawan dampak erupsi Merapi, khususnya ancaman aliran lahar.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, Tim 39 KKN-Tematik UNDIP menghasilkan lima luaran utama. Pertama, Peta Jalur Aliran Lahar Gunung Merapi yang memetakan wilayah rawan terdampak aliran material vulkanik. Peta ini menjadi dasar penting dalam memahami risiko bencana di tingkat desa.

Luaran kedua adalah Peta Jalur Evakuasi Desa Gulon yang diperbarui sesuai kondisi terkini lapangan. Jalur evakuasi dirancang agar mudah dipahami, efektif, dan dapat digunakan masyarakat saat terjadi kondisi darurat.

Untuk meningkatkan aksesibilitas informasi, peta-peta tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk WebGIS (Web Geographic Information System). Melalui platform digital ini, warga dapat mengakses peta jalur evakuasi secara daring melalui link https://www.jalurevakuasigulon.com/ atau dengan barcode yang ada di foto. Sistem ini memungkinkan informasi kebencanaan diperbarui secara fleksibel dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Barcode WebGIS Gulon. (doc. M. Fatikh)
Barcode WebGIS Gulon. (doc. M. Fatikh)

Selain peta digital, tim juga menyusun Modul “Merapi Alert” sebagai panduan siaga bencana. Modul ini memuat informasi teknis terkait kondisi darurat erupsi Merapi, gambaran umum Desa Gulon, serta visualisasi seluruh peta yang telah disusun. Modul tersebut dirancang sebagai bahan edukasi sekaligus pegangan praktis bagi warga dan perangkat desa.

Merapi Alert. (doc. M. Fatikh)
Merapi Alert. (doc. M. Fatikh)

Melengkapi aspek fisik mitigasi, Tim KKN-Tematik UNDIP melakukan pembuatan dan pemasangan rambu titik kumpul evakuasi. Rambu lama yang rusak diganti, sementara titik kumpul baru ditandai di lokasi strategis yang dinilai aman dan mudah dijangkau warga.

Rambu titik kumpul evakuasi. (doc. M. Fatikh)
Rambu titik kumpul evakuasi. (doc. M. Fatikh)

Seluruh proses pemetaan dilakukan menggunakan teknologi ArcGIS dan QGIS, dua perangkat lunak pemetaan geografis yang dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi. Penggunaan teknologi ini memastikan data jalur evakuasi dan aliran lahar dapat diandalkan dalam situasi darurat.

Keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam program ini. Pada (21/1/2026), tim menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat desa dan perwakilan warga, mulai dari kepala wilayah, kepala dusun, hingga ketua RT dan RW. Melalui forum tersebut, warga memberikan masukan terkait kondisi lapangan, akses jalan, serta titik-titik rawan yang perlu diperhatikan.

Forum Group Discussion (FGD). (doc. M. Fatikh)
Forum Group Discussion (FGD). (doc. M. Fatikh)

Masukan tersebut kemudian digunakan untuk menyempurnakan peta dan sistem yang telah disusun. Pendekatan partisipatif ini dinilai mampu meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil program.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi hasil akhir pada (31/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan secara simbolis modul “Merapi Alert” dan peta evakuasi kepada pemerintah desa. Sosialisasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga terkait pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Tim menyerahkan secara simbolis modul “Merapi Alert” dan peta evakuasi kepada pemerintah desa. (doc. M. Fatikh)
Tim menyerahkan secara simbolis modul “Merapi Alert” dan peta evakuasi kepada pemerintah desa. (doc. M. Fatikh)

Kepala Desa Gulon bersama perangkat desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Tim KKN-Tematik UNDIP. Keberadaan peta dan modul dinilai sangat membantu desa dalam memperkuat sistem mitigasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko erupsi Merapi.

Program ini sekaligus mendukung persiapan Desa Gulon sebagai desa penyangga dalam skema Sister Village, yang berperan penting dalam sistem evakuasi kawasan Merapi. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengetahuan dan teknologi mampu menghadirkan solusi nyata bagi ketangguhan desa.

Dengan sistem pemetaan yang akurat, panduan siaga bencana yang jelas, serta infrastruktur evakuasi yang memadai, Desa Gulon kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *