Karangdoro, Krajan.id – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 membangun dan menyerahkan sebuah insinerator sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa (26–27/1/2026), dan berlokasi di area sebelah gedung serbaguna desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang dihadiri perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Tim BBK kemudian memaparkan konsep serta mekanisme kerja insinerator, termasuk cara penggunaan dan perawatannya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan simbolis pada bangunan insinerator, sebagai tanda selesainya proses pembangunan sekaligus penyerahan kepada pemerintah desa.
Pembangunan insinerator dilakukan pada Senin (26/1/2026). Fasilitas tersebut dirancang sebagai insinerator skala rumah tangga yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola sampah domestik, terutama sampah residu yang sulit terurai. Menurut tim BBK, pembangunan ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan solusi sederhana namun aplikatif terhadap persoalan sampah yang selama ini dihadapi warga.
Prosesi serah terima dilaksanakan pada Selasa (27/1/2026). Insinerator secara resmi diserahkan kepada pemerintah Desa Karangdoro untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dusun Karangdoro, Agus Purnomo Salim, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa UNAIR.
“Program ini sangat membantu untuk penanganan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di banyak wilayah. Dengan adanya insinerator ini, desa memiliki alternatif untuk menanggulangi permasalahan sampah,” ujar Agus.
Ia menilai keberadaan insinerator skala rumahan berpotensi memberikan dampak jangka panjang apabila digunakan secara konsisten. Menurutnya, perangkat desa akan mendorong pemanfaatan alat tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada warga mengenai pengelolaan sampah yang lebih tertib.
“Insinerator skala rumahan ini ke depan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga akan membantu melakukan sosialisasi terkait teknis penggunaannya,” kata Agus.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa berencana mengadakan sosialisasi kepada warga mengenai pemanfaatan insinerator serta pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai.
“Kami akan menyampaikan kepada warga bahwa desa kini memiliki alat dan cara untuk mengelola sampah agar tidak menumpuk dan tidak mencemari lingkungan,” tuturnya.
Program pembangunan insinerator ini juga dinilai sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan tersebut mendukung SDGs Nomor 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta SDGs Nomor 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





