Kismoyoso, Krajan.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi edukasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bagi anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada 5 Februari 2025. Kegiatan ini bertempat di Kantor Desa Kismoyoso dan dihadiri oleh puluhan anggota PKK yang antusias mengikuti materi.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-5 tentang kesetaraan gender dan poin ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.
Sosialisasi ini diadakan sebagai respons terhadap fenomena gunung es dalam kasus KDRT, di mana jumlah laporan resmi yang tercatat di Komnas Perempuan masih jauh dari angka kasus sebenarnya yang terjadi di masyarakat. Stigma negatif yang masih melekat pada pembahasan KDRT kerap membuat korban enggan melaporkan kekerasan yang mereka alami.
Sesi sosialisasi ini diawali dengan pemaparan materi oleh Nira Yustika, S.Pd, selaku Education Officer dari Pusat Kajian Perempuan Solo (PUKAPS). Dalam pemaparannya, Nira menjelaskan ruang lingkup KDRT, berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi dalam rumah tangga, serta langkah-langkah yang dapat diambil jika seseorang menjadi korban atau saksi kekerasan.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak untuk berdiskusi secara langsung mengenai pengalaman atau kasus KDRT yang pernah mereka temui di lingkungan sekitar. Diskusi ini memberikan ruang bagi para peserta untuk lebih memahami pentingnya kesadaran hukum dan pendampingan bagi korban KDRT.
Baca Juga: Sulap Sampah Plastik Menjadi Paving Block, Tim KKN UNS Beri Alternatif Cara Pengelolaan Sampah

Di akhir acara, peserta diberikan selembar kertas untuk menuliskan harapan mereka dalam membangun keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan di tahun 2025. Harapan-harapan tersebut kemudian dikumpulkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan keluarga yang lebih aman dan nyaman.
“Dengan hadirnya sosialisasi ini, kami berharap dapat membantu menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada pembahasan KDRT. Kami ingin menciptakan ruang aman bagi masyarakat untuk berbicara dan mencari solusi terkait isu ini,” ujar Devin, selaku penanggung jawab program kerja.
Baca Juga: Tim KKN UNS Bantu Warga Desa Kismoyoso Kenali Sertipikat Tanah Elektronik
Melalui kegiatan ini, tim KKN UNS berharap masyarakat Desa Kismoyoso dapat memahami secara lebih mendalam mengenai KDRT, mengenali tanda-tandanya, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan jika menghadapi atau menemukan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kesadaran kolektif untuk menghapus narasi negatif seputar KDRT dan memperjuangkan hak-hak korban.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





