Tlogotirto, Krajan.id – Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, menjadi lokasi pelaksanaan program perancangan dan edukasi Bank Sampah yang digagas mahasiswa KKN Tim 108 Universitas Diponegoro (UNDIP). Program ini dirancang sebagai upaya menekan praktik pembakaran sampah rumah tangga yang masih kerap dilakukan warga, sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ayu Hidayani, mahasiswa Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, Ahli Governansi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP. Program dilaksanakan pada (4/2/2026) sebagai bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari meningkatnya timbulan sampah rumah tangga di Desa Tlogotirto, seiring aktivitas permukiman dan pertanian yang cukup padat. Minimnya sistem pengelolaan sampah terpadu membuat sebagian warga memilih membakar sampah di pekarangan rumah. Cara tersebut dianggap praktis, namun berisiko mencemari udara dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Pembakaran sampah, terutama plastik, diketahui melepaskan zat berbahaya seperti dioksin yang berpotensi memicu gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN menghadirkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan bernilai guna.
“Selama ini sampah dipandang sebagai masalah yang harus segera dihilangkan dengan cara dibakar. Padahal, jika dipilah dan dikelola dengan sistem yang tepat, sampah justru memiliki nilai ekonomi. Melalui Bank Sampah, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat dari membakar menjadi menabung,” ujar Ayu Hidayani.
Program ini bertujuan mentransformasi perilaku masyarakat agar tidak lagi membakar sampah anorganik, meningkatkan kualitas udara di lingkungan permukiman, serta menyediakan fasilitas penampungan sampah yang terorganisasi. Target yang ditetapkan adalah minimal 70 persen warga Desa Tlogotirto menjadi nasabah Bank Sampah dalam satu tahun pertama pelaksanaannya.

Selain edukasi, Ayu juga merancang desain bangunan Bank Sampah berukuran 3 x 3 meter dengan konsep semi-terbuka. Desain ini mengedepankan sirkulasi udara maksimal dan pencahayaan alami, serta dilengkapi dinding wire mesh untuk menjaga keamanan dan transparansi proses penimbangan serta penyimpanan sampah.
Keberadaan Bank Sampah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan desa, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat melalui penurunan risiko penyakit akibat paparan asap pembakaran sampah. Dalam jangka panjang, Bank Sampah Desa Tlogotirto diharapkan menjadi pusat perubahan sosial yang mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





