Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Komposter Anaerob RE-DRUM di Desa Tlogotirto

Sesi foto setelah kegiatan sosialisasi alat komposter. (doc. pribadi)
Sesi foto setelah kegiatan sosialisasi alat komposter. (doc. pribadi)

Tlogotirto, Krajan.id – Desa Tlogotirto, Kabupaten Grobogan, menjadi lokasi penerapan teknologi tepat guna berupa komposter anaerob sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Inovasi ini digagas oleh Rifqy Septianto Nugroho, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), sebagai program kerja unggulan berbasis lingkungan dan ekonomi desa.

Program tersebut dilaksanakan pada (4/2/2026) di bawah bimbingan Dr. Amni Zarkasyi Rahman, S.A.P., M.Si. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab persoalan pengelolaan limbah domestik yang selama ini masih menjadi tantangan di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pengamatan lapangan, pola pengelolaan sampah di Desa Tlogotirto masih didominasi metode tradisional, seperti membuang dan membakar sampah. Praktik ini kerap dilakukan dengan mencampur sampah plastik dan limbah organik, yang kemudian dibakar di pekarangan rumah. Kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada pencemaran lingkungan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat akibat paparan asap dalam jangka panjang.

Berangkat dari kondisi tersebut, Rifqy mengembangkan komposter anaerob RE-DRUM, sebuah alat pengolah limbah organik berbasis fermentasi tertutup. Komposter ini memanfaatkan drum HDPE bekas yang dimodifikasi dengan sistem filtrasi internal serta saluran ventilasi gas metana yang terkontrol. Dengan desain tersebut, proses penguraian limbah berlangsung lebih higienis dan minim bau.

Limbah dapur yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya memiliki potensi ekonomi. Dengan sistem anaerob yang tepat, limbah organik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna,” ujar Rifqy saat kegiatan sosialisasi.

Luaran utama dari RE-DRUM adalah Pupuk Organik Cair (POC) serta kompos padat. Kedua produk ini dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan kesuburan tanah, terutama pada lahan pertanian kering yang menjadi karakteristik wilayah setempat. Selain menekan volume sampah, warga juga memperoleh alternatif pupuk ramah lingkungan dengan biaya rendah.

Kegiatan ini tidak hanya berupa demonstrasi penggunaan alat, tetapi juga disertai penyerahan modul panduan teknis (SOP) agar masyarakat dapat mereplikasi komposter secara mandiri. Dari sisi ekonomi, biaya produksi RE-DRUM relatif terjangkau dibandingkan produk komposter komersial di pasaran, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai usaha kelompok berbasis lingkungan.

Antusiasme warga terlihat dari diskusi aktif mengenai pemilahan sampah harian, proses fermentasi, hingga teknik panen pupuk cair melalui kran kontrol pada alat. Melalui inovasi ini, diharapkan Desa Tlogotirto dapat mengurangi praktik pembakaran sampah sekaligus membangun kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan berbasis pengelolaan lingkungan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *