UGM dan Kemendag RI Dorong Mahasiswa Jadi Motor Inovasi Ekonomi Desa Melalui KKN

Penandatanganan nota kesepahaman antara UGM dan Kemendag dilakukan pada Sabtu (25/4) di Auditorium FMIPA UGM oleh Dr. Rustamadji, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, dan Bambang Wisnu Subroto, perwakilan dari Kemendag. (doc. Donnie/UGM)
Penandatanganan nota kesepahaman antara UGM dan Kemendag dilakukan pada Sabtu (25/4) di Auditorium FMIPA UGM oleh Dr. Rustamadji, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, dan Bambang Wisnu Subroto, perwakilan dari Kemendag. (doc. Donnie/UGM)

Yogyakarta, Krajan.idUniversitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode II.

Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam pemberdayaan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memperkuat sektor UMKM pedesaan, terutama melalui pendekatan berbasis teknologi dan perdagangan digital.

Bacaan Lainnya

Penandatanganan nota kesepahaman antara UGM dan Kemendag dilakukan pada Sabtu (25/4) di Auditorium FMIPA UGM oleh Dr. Rustamadji, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, dan Bambang Wisnu Subroto, perwakilan dari Kemendag. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari sektor swasta dan platform digital.

Menurut Dr. Arie Sujito, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membawa ilmu pengetahuan keluar dari kampus.

“Mahasiswa bukan sekadar peserta KKN, tetapi juga katalisator perubahan sosial. Lewat pemahaman yang mereka peroleh selama kuliah, mereka dapat langsung berkontribusi menyelesaikan persoalan di masyarakat,” ujarnya dikutip krajan dari situs resmi UGM.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Gencarkan Sosialisasi Moderasi Beragama di MA Unggulan Bustanul Hikmah Lamongan

Dalam sesi pembekalan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, menggarisbawahi pentingnya mahasiswa memahami dinamika pasar di lapangan. Ia menekankan bahwa banyak pelaku usaha mikro masih fokus pada produksi tanpa memperhatikan aspek pemasaran.

“Kami dorong mahasiswa untuk menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan potensi pasar digital. Lewat program seperti Penggerak Muda Pasar Rakyat, mahasiswa berperan penting dalam menjembatani kesenjangan itu,” jelasnya.

Selain pembekalan materi dari Kemendag, para mahasiswa juga mendapat pelatihan dari pelaku industri digital seperti Meta, Bukalapak, Redy, dan Dompet Dhuafa. Mereka membagikan wawasan mengenai strategi pemasaran digital, model bisnis, serta pentingnya melakukan eksperimen untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar tidak langsung menjual hasil tani ke pengepul, tetapi mengolahnya terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah.

“Saya sangat terbantu dengan sesi ini. Banyak insight yang bisa saya bawa saat KKN nanti. Saya ingin mendorong warga desa untuk mencoba mengolah hasil tani menjadi produk siap jual,” ujar Nafisa Ariqoh, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang akan bertugas di Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Mahasiswa Hibah MBKM UNS 2025 ID: 1218 Edukasi Kreativitas dan Lingkungan di TK Pertiwi 01 Cangakan

Program ini menunjukkan komitmen UGM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan jiwa kewirausahaan. Melalui sinergi ini, mahasiswa KKN diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas jaringan pasar dan menciptakan inovasi produk yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah seperti ini menjadi kunci dalam mempercepat transformasi ekonomi desa. Tidak hanya mencetak sarjana, UGM ingin melahirkan pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis solusi nyata.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *