Budaya Pacaran Orang Barat Menghambat Pendidikan di Indonesia

Ilustrasi foto/int
Ilustrasi foto/int

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, budaya pacaran dalam budaya barat identik dengan hal-hal yang bebas, seperti salah satunya adalah berhubungan seks secara bebas atau dikenal dengan istilah free sex, budaya pacaran orang barat ini khususnya di Amerika Serikat (AS) memiliki kompleksitas yang berbeda dengan pacaran yang ada di indonesia, di Amerika Serikat, melakukan free sex, adalah sebagian dari berpacaran.

Kemudian gaya berpacaran di AS diawali dengan sebuah perkenalan antara dua orang tersebut, pada saat kencan pertama mereka tidak menyebutkan diri mereka berpacaran, umumnya mereka hanya berkencan dan dinner saja, setelah mereka dirasa cocok mereka akan lanjut dengan kencan berikutnya, setelah beberapa kali berkencan biasanya mereka sudah melakukan hubungan yang lebih tinggi melakukan free sex salah satunya.

Bacaan Lainnya

Free sex dilakukan oleh pasangan sebagai bentuk memberikan pengalaman satu dengan yang lainnya pacaran ala budaya barat ini telah diikuti oleh sebagian masyarakat Indonesia termasuk para pelajar.

Pacaran berarti membicarakan tentang sebuah hubungan, hubungan yang di lakukan antara dua belah pihak antara laki laki dan perempuan, hubungan ini bertujuan untuk menuju ke jenjang yang lebih sakral atau biasa dikenal dengan sebutan pernikahan.

Akan tetapi, orang barat sendiri hubungan pacaran tapi sudah seperti orang yang sudah menikah, hal ini tentunya sangat lah bertolak belakang dengan gaya pacaran yang ada di Indonesia pada umumnya yang mana free sex ini dilarang secara budaya dan agama.

Seperti yang kita lihat pada rentetan waktu di tahun 2024 ini di Indonesia sendiri terjadi banyak kasus tentang pacaran tetapi sudah seperti orang yang sudah menikah. Mereka melakukan hubungan yang di luar batas sehingga itu merugikan mereka sendiri dan akhirnya menghambat pendidikan keduanya. Padahal, pendidikan begitu penting untuk keduanya.

Budaya pacaran orang barat ini sangat mempengaruhi Pendidikan di Indonesia karena ini berisiko tinggi untuk keberlanjutan pendidikan.

Seorang psikiater Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) limijati, kota bandung, yang menyoroti kasus seorang siswi sekolah yang hamil di luar nikah  dan kesulitan mendapatkan akses Pendidikan karena stigma yang negatif. Dari situ bisa kita lihat sendiri apabila seseorang pacaran dengan budaya orang barat resikonya sangatlah tinggi, pendidikan terhambat dan pengetahuan tertinggal karena berhenti sekolah.

Kemudian ada alasan psikologis lagi kenapa budaya pacaran orang barat itu sangat lah menghambat? itu karena pacaran dengan ala budaya barat mengalihkan perhatian dan fokus seseorang dalam pembelajaran, yang ada di pikirannya hanyalah ingin berduaan dan melakukan sesuatu yang seharusnya haram dilakukan, dan kemudian peningkatan setres yang lebih tinggi dan tekanan emosional yang lebih dahsyat.

Baca Juga: Pandemi COVID-19: Tantangan dan Pembelajaran

Kemudian ada alasan budaya yang mengapa budaya pacaran orang barat ini seharusnya tidak ditiru oleh masyarakat Indonesia karena apa? Karena perbedaan nilai-nilai dan norma sosial yang sangat jauh berbeda dari negara barat.

Kenapa saya katakan bahwa pacaran mengikuti budaya barat ini sebaiknya tidak ditiru karena ini bisa memecahkan konsentrasi belajar para pelajar yang sedang berjuang mengejar cita-cita dan mimpi.

Dari beberapa banyak kasus yang terjadi di Indonesia banyak sekali seorang anak pelajar yang berhenti sekolah dikarenakan hamil di luar nikah dan ini sangatlah menghambat pendidikan dan dalam hal ini saya teringat sebuah pepatah arab yang mengatakan bahwa “Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak anaknya.”

Apabila seorang perempuan itu berhenti sekolah dan menghambat Pendidikan nya dengan kasus seperti itu sangatlah disayangkan

Pendapat saya, setelah mengamati teman-teman terdekat saya sendiri yang memiliki hubungan asrama atau kita kenal dengan sebutan pacaran, jika seseorang itu pacaran untuk saling memotivasi satu sama lain, untuk menjadi penyemangat ketika mengerjakan tugas itu sah-sah saja.

Baca Juga: Melangkah Menuju Kesuksesan

Walaupun dalam hal ini saya sendiri pun tidak merasakannya akan tetapi ada hal yang menguatkan saya sehingga mengetik seperti ini, setelah saya lihat sendiri teman sekamar saya yang memiliki pacar dan ketika tugas mereka saling memberikan motivasi satu sama lain dan tidak menghambat Pendidikan mereka, tugas tepat waktu prestasi akademik bagus hidup tidak dihantui rasa bersalah.

Tetapi jika seseorang itu pacaran dengan gaya budaya barat maka itu akan menghantui mereka padahal dalam Al Qur`an sendiri dikatakan “Bahwa jangan sesekali kali mendekati zina” dan itu akan menghantui mereka berdua, apabila sudah kejadian seperti itu maka akan sangat menghambat pendidikan, nilai menurun, prestasi akademik menghilang, pikiran jadi setres, hidup tidak bahagia, dan mengecewakan orang tua.

Sebagai penutupan tulisan singkat ini, bahwa pacaran budaya orang barat sangat menghambat pendidikan di Indonesia, karena pacaran ala  budaya barat, sangat berisiko tinggi terhadap kelangsungan para pelajar di Indonesia yang bisa memecahkan konsentrasi dan menghambat prestasi akademik maupun non akademik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *