Drono, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (UNTIDAR) Tahun 2026 menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Negeri Drono, Desa Drono, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI dengan total peserta sebanyak 81 murid.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN UNTIDAR Desa Drono yang berfokus pada penguatan karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan pemahaman tentang berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Ketua KKN UNTIDAR Desa Drono, Wendy Yusuf Syahrial, mengatakan bahwa edukasi anti-bullying perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan peduli terhadap sesama. Menurut dia, sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan sikap dan perilaku sosial anak.
“Kami ingin adik-adik memahami apa itu bullying, bentuk-bentuknya, dan dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Dengan pemahaman tersebut, kami berharap mereka dapat saling menghargai dan berani menolak segala bentuk perundungan,” ujar Wendy.
Materi sosialisasi disampaikan secara ringkas dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN memberikan contoh konkret perilaku yang termasuk perundungan, seperti mengejek, memukul, atau mengucilkan teman. Sebaliknya, siswa juga diajak mengenali sikap positif yang patut diterapkan, seperti saling membantu, menghargai perbedaan, dan menjaga perasaan teman.
Untuk menjaga antusiasme siswa, kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif. Metode ini dipilih agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih efektif dan mudah diingat oleh peserta.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah pembuatan “pohon harapan”. Dalam sesi ini, para murid diminta menuliskan harapan mereka tentang lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon harapan sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah bagi semua.
Wendy menambahkan, pendekatan interaktif menjadi kunci dalam penyampaian materi kepada anak-anak. “Pembelajaran yang disertai permainan membuat anak-anak lebih aktif dan tidak merasa digurui. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan bisa diterapkan dalam keseharian mereka,” katanya.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SD Negeri Drono, Nurmalina, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNTIDAR yang telah memberikan edukasi penting terkait pencegahan perundungan.
“Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi ini. Edukasi anti-bullying sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter siswa agar saling menghormati dan menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman,” ujar Nurmalina.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, baik oleh mahasiswa KKN maupun pihak lain, sebagai bagian dari upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNTIDAR berharap siswa SD Negeri Drono semakin memahami pentingnya sikap empati, toleransi, dan saling menghargai. Dengan demikian, lingkungan sekolah yang positif dan bebas dari perundungan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





