Dari Kebiasaan Kecil, Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Disiplin Kerja Petani Lewat Prinsip 5S di Desa Tlogotirto

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyampaikan sosialisasi prinsip kerja 5S kepada petani dan perangkat desa di Balai Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (4/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyampaikan sosialisasi prinsip kerja 5S kepada petani dan perangkat desa di Balai Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (4/2/2026). (doc. pribadi)

Tlogotirto, Krajan.idDesa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP). Desa ini dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas pertanian yang kuat, di mana sektor pertanian menjadi tumpuan utama perekonomian warga. Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan dari kegiatan bercocok tanam yang dilakukan secara turun-temurun.

Melihat besarnya peran pertanian dalam kehidupan masyarakat, KKN-R Tim 108 UNDIP mengangkat tema Tata Kelola Pertanian Tlogotirto sebagai fokus pengabdian masyarakat. Tema tersebut diarahkan pada upaya peningkatan efektivitas kerja petani melalui pendekatan edukatif yang sederhana dan mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Salah satu program yang dijalankan adalah sosialisasi prinsip kerja Jepang 5S atau yang dikenal dengan sebutan “Go Esu”. Kegiatan ini diinisiasi oleh Daffa Raihan Ael Fathi, mahasiswa KKN-R Tim 108, dan dilaksanakan pada Rabu, (4/2/2026), di Balai Desa Tlogotirto. Sosialisasi tersebut diikuti oleh para petani dan perangkat desa.

Program ini bertujuan menumbuhkan budaya kerja yang rapi, bersih, dan disiplin guna menunjang produktivitas pertanian. Dalam pemaparannya, Daffa menjelaskan bahwa prinsip 5S terdiri atas Seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (pembersihan), Seiketsu (standarisasi), dan Shitsuke (pembiasaan disiplin). Kelima prinsip tersebut diperkenalkan sebagai langkah praktis yang dapat diterapkan di lingkungan kerja pertanian.

Menurut Daffa, kebiasaan kerja yang tertata dapat membantu petani menghemat waktu, menjaga kondisi alat pertanian, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

“Dengan pemilahan dan penataan alat yang baik, pekerjaan bisa dilakukan lebih efisien dan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan,” ujarnya.

Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja bukan sekadar kebiasaan kecil, melainkan faktor penting yang memengaruhi kualitas dan keberlanjutan kerja petani. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong perubahan pola pikir bahwa disiplin kerja berawal dari hal-hal sederhana.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyerahkan materi sosialisasi prinsip kerja 5S kepada perwakilan Pemerintah Desa Tlogotirto di Balai Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyerahkan materi sosialisasi prinsip kerja 5S kepada perwakilan Pemerintah Desa Tlogotirto di Balai Desa Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. (doc. pribadi)

Kepala Desa Tlogotirto menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai prinsip 5S selaras dengan nilai kedisiplinan yang perlu ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.

“Prinsip kerja ini patut diterapkan karena pada dasarnya mengajarkan disiplin dan keteraturan,” katanya.

Dalam jangka panjang, penerapan prinsip kerja 5S diharapkan dapat berkembang menjadi budaya kerja yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Desa Tlogotirto. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, lingkungan kerja petani diharapkan menjadi lebih tertata, aman, dan produktif.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *