Suco, Krajan.id – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program bantuan peternakan ayam petelur di Desa Suco, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar mendukung kesehatan ternak sekaligus menjaga stabilitas produksi telur peternak rakyat.
Kegiatan lapangan tersebut melibatkan tim teknis lintas bidang bersama UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan Klinik Hewan. Fokus utama pengawasan diarahkan pada pemeriksaan mutu pakan bantuan serta langkah preventif melalui skrining Avian Influenza (AI).
Monitoring dilakukan langsung di kandang penerima manfaat yang berada di wilayah Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Tim memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai standar teknis serta memberikan pendampingan kepada peternak terkait pengelolaan pakan dan sanitasi kandang.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 40 peternak penerima manfaat diketahui telah menerima pakan dalam kondisi baik, tidak berjamur, dan layak konsumsi. Manajemen penyimpanan pakan yang dilakukan peternak dinilai sudah memadai sehingga kualitas nutrisi tetap terjaga.
“Kondisi pakan yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan ayam dan produktivitasnya. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berkala agar bantuan benar-benar berdampak,” ujar salah satu petugas teknis di lokasi.
Secara teknis, ayam petelur menunjukkan kondisi sehat, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik. Hal ini berdampak langsung pada performa produksi telur yang relatif stabil, dengan rata-rata capaian produksi berkisar 65–70 persen. Angka tersebut dinilai cukup baik untuk skala peternakan rakyat yang masih berkembang.
Selain itu, hasil skrining Avian Influenza terhadap sampel ternak menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan indikasi klinis yang mengarah pada infeksi penyakit menular tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi ternak di Desa Suco berada dalam status aman saat pemeriksaan berlangsung.
Peternak juga dinilai telah menerapkan prinsip biosecurity dan kebersihan kandang secara konsisten. Kesadaran untuk melaporkan lebih dini apabila muncul gejala penyakit menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah potensi wabah.
Sebagai tindak lanjut, DKPPP Jember berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa guna mengembangkan sistem pemasaran hasil ternak. Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah penampungan produksi telur secara kolektif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Langkah ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, meningkatkan nilai jual, serta memperkuat ketahanan ekonomi peternak. Dengan pengawasan kesehatan ternak yang berkelanjutan dan dukungan tata niaga yang lebih terorganisasi, program bantuan peternakan diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga ketahanan pangan berbasis peternakan lokal, sekaligus memastikan produksi telur tetap stabil dan aman dikonsumsi masyarakat.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





