Dukung Terwujudnya SDGs 12, Mahasiswa KKN Kelompok 42 UNS Hadirkan Inovasi Pengolahan Limbah Ternak Jadi Kompos Blok di Dusun Gempolan

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 42 mempraktikkan pembuatan kompos blok bersama KTH Marsudi Tani 1 usai sosialisasi pembuatan alat cetakan kompos blok di Dusun Gempolan, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan kotoran ternak guna mendukung pengolahan limbah yang ramah lingkungan. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 42 mempraktikkan pembuatan kompos blok bersama KTH Marsudi Tani 1 usai sosialisasi pembuatan alat cetakan kompos blok di Dusun Gempolan, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan kotoran ternak guna mendukung pengolahan limbah yang ramah lingkungan. (doc. pribadi)

Gempolan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 42 menghadirkan inovasi pengolahan limbah ternak menjadi kompos blok di Dusun Gempolan, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan cetakan kompos bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Marsudi Tani 1 pada Rabu (28/1/2026) dan Minggu (1/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota kelompok tani, serta mendapat dukungan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta melalui pendampingan teknis. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Bacaan Lainnya

Dusun Gempolan dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas warga yang beternak sapi dan kambing. Kondisi tersebut memunculkan persoalan lingkungan berupa penumpukan kotoran ternak. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi mencemari tanah dan sumber air.

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 42 menggagas pengolahan limbah menjadi kompos berbentuk blok yang lebih praktis, bernilai guna, dan ramah lingkungan. Inovasi ini juga dikembangkan sebagai alternatif pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Koordinator KKN Kelompok 42, Alvian Adkhafi, menjelaskan bahwa kompos blok dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kompos konvensional.

“Kami ingin menghadirkan inovasi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. Selain meningkatkan kesuburan tanah secara alami, kompos blok menjadi solusi untuk mengurangi limbah kotoran ternak yang selama ini kerap dibuang dan berpotensi mencemari lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bentuk blok membuat kompos lebih mudah disimpan, didistribusikan, serta diaplikasikan pada tanaman secara terukur. Dengan demikian, petani dapat memanfaatkan pupuk organik secara lebih efisien.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pembuatan alat cetak. Tahap awal pembuatan kompos dilakukan dengan membersihkan kotoran sapi dari sisa jerami, kemudian mencampurkannya dengan sekam padi. Campuran tersebut ditambahkan larutan EM4, molase, dan dolomit, lalu difermentasi dalam kondisi tertutup selama dua minggu hingga satu bulan.

Setelah proses fermentasi selesai dan kompos matang, bahan ditambahkan perekat berupa larutan tepung kanji. Selanjutnya, kompos dicetak menggunakan cetakan besi berbentuk kubus dan dikeringkan sebelum digunakan. Bentuk padat ini menjadikan kompos tidak mudah tercecer dan lebih tahan saat penyimpanan.

Mahasiswa juga merancang cetakan kompos secara mandiri dengan memotong lempengan besi yang kemudian dilas membentuk kubus. Pada bagian tengah cetakan dipasang pipa silinder untuk menciptakan rongga tanam, serta dilengkapi sistem buka-tutup sederhana agar mudah digunakan oleh petani.

KTH Marsudi Tani 1 bersama mahasiswa KKN UNS 2026 menunjukkan hasil pembuatan kompos blok berbentuk kubus yang dicetak menggunakan cetakan khusus di Dusun Gempolan, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Minggu (01/02/2026). (doc. pribadi)
KTH Marsudi Tani 1 bersama mahasiswa KKN UNS 2026 menunjukkan hasil pembuatan kompos blok berbentuk kubus yang dicetak menggunakan cetakan khusus di Dusun Gempolan, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Minggu (01/02/2026). (doc. pribadi)

Ketua KTH Marsudi Tani 1, Sadino, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan hadirnya mahasiswa KKN, kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pengolahan limbah menjadi kompos blok. Ini sangat membantu mengurangi kotoran ternak sekaligus bisa menjadi alternatif pengganti pupuk kimia,” katanya.

Selain mendukung SDGs 12, kegiatan ini juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, seperti pengelolaan lingkungan yang lebih baik, penguatan kemitraan masyarakat, serta pengurangan dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan limbah organik.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Dusun Gempolan mampu mengelola limbah ternak secara mandiri dan berkelanjutan. Inovasi kompos blok diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan produktif.

Kehadiran teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal menjadi kunci agar inovasi dapat terus diterapkan setelah program KKN berakhir. Dengan pendekatan partisipatif bersama kelompok tani, program ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pengelolaan limbah di tingkat desa.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *