Kelompok BBK 7 UNAIR Sosialisasikan Pencegahan PMK Secara Door to Door di Karangdoro

Pemeriksaan kesehatan hewan ternak milik warga. (doc. Istimewa)
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak milik warga. (doc. Istimewa)

Karangdoro, Krajan.id – Mahasiswa yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan sosialisasi pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kelurahan Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini dilakukan secara door to door dengan mendatangi langsung rumah dan kandang ternak milik warga.

Sosialisasi tersebut menyasar peternak sapi, kambing, dan domba. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai bahaya PMK sekaligus mendorong deteksi dini potensi penyebaran penyakit, terutama di tingkat peternak skala kecil yang rentan terhadap wabah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan lapangan dilaksanakan dengan mengunjungi kandang ternak warga satu per satu. Tim mahasiswa BBK 7 UNAIR memberikan edukasi lisan terkait PMK, mulai dari mekanisme penularan, gejala klinis yang perlu diwaspadai, hingga langkah pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan secara mandiri oleh peternak. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya kebersihan kandang serta penerapan biosekuriti sederhana untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.

PIC Program Kerja Sosialisasi PMK, Selina Aswadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada upaya pencegahan jangka panjang.

“Tujuan utama dari sosialisasi PMK ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran peternak mengenai bahaya PMK, cara penularannya, gejala klinis, serta langkah pencegahan dan penanganan awal. Selain itu, kami juga berupaya melakukan deteksi dini untuk memutus rantai penyebaran penyakit,” ujarnya.

Selain edukasi, tim mahasiswa turut melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara langsung. Pemeriksaan meliputi kondisi mulut, kuku, pola berjalan, serta nafsu makan hewan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi ternak sekaligus memberikan contoh kepada peternak tentang aspek kesehatan hewan yang perlu diperhatikan secara rutin.

Wilayah sasaran kegiatan mencakup Dusun Sumberagung, Kelurahan Karangdoro. Sebanyak enam peternak terlibat dalam kegiatan ini, dengan total ternak yang diperiksa terdiri atas enam ekor sapi dan sekitar 25 ekor kambing. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar ternak berada dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala PMK.

“Dari hasil pemeriksaan langsung, sebagian besar ternak dalam kondisi baik. Kami hanya menemukan beberapa keluhan ringan, seperti luka kecil pada kuku dan penurunan nafsu makan, namun tidak mengarah pada indikasi PMK,” kata Selina.

Meski demikian, tim mahasiswa mencatat bahwa tingkat kebersihan kandang masih bervariasi. Beberapa kandang membutuhkan peningkatan sanitasi agar kesehatan ternak lebih terjaga. Menurut Selina, respons peternak terhadap kegiatan ini cukup positif.

“Peternak menyambut kegiatan ini dengan baik dan merasa terbantu karena mendapatkan informasi sekaligus pemeriksaan kesehatan ternak langsung di kandang masing-masing,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR mengimbau peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan kandang, rutin memantau kondisi kesehatan ternak, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan gejala yang mencurigakan.

Kegiatan sosialisasi ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta poin 2 tentang tanpa kelaparan, dalam mendukung kesehatan hewan dan ketahanan pangan masyarakat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *