Giritontro, Krajan.id – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) di Kelurahan Giritontro, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 129 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pelatihan pembuatan pewangi laundry. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Giritontro pada Sabtu (8/2/2024) ini diikuti oleh anggota PKK serta perwakilan dari Karang Taruna setempat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja KKN 129 UNS yang bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus peluang usaha bagi masyarakat. Farah Adiba, mahasiswa Pendidikan Kimia, dan Fiqry Maulana, mahasiswa Teknik Kimia, berperan sebagai pemateri utama dalam pelatihan ini.
Mereka memberikan panduan kepada peserta tentang cara membuat pewangi laundry berkualitas dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan biaya produksi yang terjangkau.
Selain pemaparan teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam pembuatan pewangi laundry. Mereka diajarkan teknik pencampuran bahan-bahan utama, seperti minyak esensial lavender, bahan pengikat aroma, serta bahan pelarut, guna menghasilkan produk pewangi yang tahan lama dan memiliki aroma yang menyegarkan.
Baca Juga: Sulap Jelantah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UNS 92 Gelar Pelatihan Bersama Jelantah4Change
Farah Adiba, selaku perwakilan dari KKN 129 UNS, mengungkapkan harapannya terhadap program ini. “Pelatihan ini diadakan untuk membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna, agar memiliki keterampilan tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan produk pewangi laundry sebagai bagian dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan,” ujarnya setelah sesi praktik pembuatan pewangi laundry.

Tak hanya berfokus pada proses produksi, pelatihan ini juga mencakup analisis ekonomi dan strategi pemasaran produk pewangi laundry. Peserta dibekali wawasan mengenai perhitungan modal produksi, strategi pemasaran yang efektif, serta cara menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif di pasaran.
Menurut Fiqry Maulana, aspek pemasaran menjadi hal penting dalam pengembangan produk pewangi laundry ini.
“Kami tidak hanya ingin memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang bagaimana memasarkan produk secara efektif. Dengan strategi yang tepat, produk pewangi laundry yang mereka buat dapat memiliki daya saing tinggi di pasaran,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta, yang antusias dalam mencoba langsung proses pembuatan pewangi laundry. Ke depannya, diharapkan pelatihan ini dapat berlanjut dengan pendampingan lebih lanjut guna memastikan keberlanjutan usaha yang telah dirintis oleh masyarakat setempat.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





