Banyusidi, Krajan.id – Tradisi lomba burung merpati masih bertahan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Dusun Ngadirojo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan warga, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tradisi tersebut rutin digelar dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama kalangan pemuda. Lomba merpati menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah menjaga identitas budaya yang telah berlangsung turun-temurun di dusun tersebut.
Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 13 turut ambil bagian dalam pelaksanaan lomba yang digelar pada Jumat, (6/2/2026). Kegiatan berlangsung di halaman rumah Salim, yang selama ini menjadi titik berkumpul warga dan lokasi penyelenggaraan lomba.
Sehari sebelum pelaksanaan, Kamis (5/2/2026), mahasiswa KKN menggelar rapat koordinasi bersama pemuda Dusun Ngadirojo. Pertemuan tersebut membahas persiapan teknis agar kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Dalam rapat, dibicarakan konsep acara, teknis perlombaan, serta pembagian tugas antara mahasiswa dan pemuda setempat. Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap tahapan kegiatan tersusun dengan jelas.
Mahasiswa KKN berperan membantu perencanaan hadiah, pengadaan piala, serta penyusunan sertifikat bagi para pemenang. Keterlibatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan sekaligus apresiasi kepada peserta lomba.
Diskusi berlangsung terbuka dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai teknis pelaksanaan. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama masyarakat desa.
Pada hari pelaksanaan, lomba berlangsung meriah dan mendapat respons positif dari warga. Sejumlah masyarakat hadir untuk menyaksikan jalannya perlombaan dan memberikan dukungan kepada peserta. Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan.

Maryono, salah satu perwakilan pemuda Dusun Ngadirojo, menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan kontribusi nyata dalam penyelenggaraan lomba.
“Adanya mahasiswa KKN sangat membantu, terutama dalam persiapan dan pengelolaan kegiatan. Kami jadi lebih semangat dan kegiatan bisa berjalan lebih tertib,” ujar Maryono.
Keterlibatan mahasiswa tidak hanya membantu aspek teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi panitia dan peserta. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan lomba berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
Bagi mahasiswa, partisipasi ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Sementara bagi warga, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

Tradisi lomba merpati di Dusun Ngadirojo menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap memiliki ruang di tengah perkembangan zaman. Melalui kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa, kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut dan berkembang secara lebih tertata.
Ke depan, dukungan berbagai pihak dinilai penting agar tradisi ini tetap terjaga sebagai identitas budaya desa. Kegiatan semacam ini juga berpotensi menjadi sarana penguatan karakter sosial generasi muda di lingkungan pedesaan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





