Cisimeut Raya, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar program sosialisasi pembuatan biobriket dari limbah sekam padi di Kampung Cimuntur, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan.
Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengolah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. Desa Cisimeut Raya dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, sehingga limbah sekam padi tersedia dalam jumlah cukup besar.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kolaborasi yang dipimpin oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual sebagai Ketua KKN. Program ini juga berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Tim mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN tersebut terdiri dari Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Ketua KKN, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat desa untuk mengelola limbah pertanian secara lebih produktif.
“Program ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat cara pembuatan biobriket yang efektif dan efisien serta meningkatkan nilai ekonomis limbah sekam padi yang banyak ditemukan di Desa Cisimeut Raya yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku biobriket dapat menjadi alternatif energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi limbah sekam padi di Desa Cisimeut Raya serta peluang pengolahannya menjadi produk bernilai guna. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari biomassa atau limbah organik seperti sekam padi, serbuk gergaji, tempurung kelapa, maupun jerami.
Melalui proses pengeringan dan pemadatan, bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi briket padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri kecil.

Penanggung jawab program, Eva Nur Safitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat agar limbah pertanian tidak lagi dianggap sebagai sisa yang tidak memiliki nilai.
“Program ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat desa agar limbah pertanian tidak lagi dipandang sebagai sisa yang tidak bernilai. Sekam padi yang selama ini hanya dibakar atau dibuang dapat diolah menjadi sumber pendapatan alternatif yang meningkatkan nilai ekonomi,” jelas Eva.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan sekam padi menjadi biobriket juga memiliki manfaat lingkungan karena dapat mengurangi praktik pembakaran limbah pertanian yang berpotensi mencemari udara.
Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN juga mengadakan sesi demonstrasi pembuatan biobriket secara langsung. Dalam sesi tersebut, warga diperlihatkan tahapan proses pembuatan biobriket mulai dari pengeringan sekam padi, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan briket.
Antusiasme masyarakat terlihat ketika mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan biobriket. Warga yang hadir tampak aktif mengamati proses tersebut dan beberapa di antaranya turut mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan serta potensi pemanfaatannya.
Program ini juga secara langsung mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku biobriket merupakan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam skala desa. Limbah pertanian yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan akibat pembakaran terbuka kini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain memberikan pelatihan, mahasiswa KKN juga membagikan brosur panduan pembuatan biobriket kepada masyarakat. Brosur tersebut berisi langkah-langkah praktis yang dirancang secara sistematis mulai dari persiapan bahan hingga proses pencetakan.
Panduan tersebut dibuat agar mudah dipahami oleh masyarakat sehingga warga dapat mempraktikkan pembuatan biobriket secara mandiri di rumah, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang usaha baru.
Masyarakat Desa Cisimeut Raya menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Beberapa warga mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah sekam padi yang selama ini hanya dibuang atau dijual dengan harga yang sangat murah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Cisimeut Raya dapat memanfaatkan limbah pertanian secara lebih optimal sekaligus mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong penggunaan energi alternatif ramah lingkungan berbasis potensi lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar, masyarakat desa dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kolaborasi antara mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan KKN dapat menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan, terutama dalam pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





