Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan penyuluhan pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs No.1 Tanpa Kemiskinan, melalui pemberdayaan masyarakat desa dalam pengelolaan limbah dan peningkatan produktivitas pertanian.
Program ini digagas oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 yang dipimpin oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari berbagai program studi terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian ini. Mereka antara lain Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat memanfaatkan potensi limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 1 yaitu Tanpa Kemiskinan,” ujar Dadang.
Menurutnya, dalam konteks desa, upaya pengurangan kemiskinan dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya dalam sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.
Ia menambahkan bahwa banyak limbah organik rumah tangga seperti sisa sayur, kulit buah, dan daun kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Di sisi lain, sebagian petani masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya relatif tinggi.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi sederhana dan aplikatif berupa pelatihan pembuatan pupuk kompos yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Penanggung jawab program, Wakhid Bagas Rohmadi, menjelaskan bahwa kompos merupakan pupuk organik padat yang berasal dari proses penguraian bahan alami oleh mikroorganisme.
“Kompos adalah pupuk organik padat yang dibuat dari bahan alami seperti daun, rumput, dan sisa sayuran yang mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme hingga menjadi bahan menyerupai tanah dan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman,” jelas Wakhid Bagas Rohmadi.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan kompos memiliki berbagai manfaat, di antaranya menyuburkan tanah, memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, menambah unsur hara alami, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.
Selain itu, penggunaan kompos juga dapat membantu masyarakat mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus menekan biaya produksi pertanian. Bahkan, apabila dikelola secara konsisten, kompos juga berpotensi menjadi peluang usaha tambahan bagi masyarakat desa.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan kompos. Bahan yang digunakan dibagi menjadi dua jenis, yakni bahan kering dan bahan basah.
Bahan kering yang dapat dimanfaatkan antara lain daun kering, rumput kering, jerami, serta potongan kertas tanpa tinta berlebihan. Sementara itu, bahan basah meliputi sisa sayuran, kulit buah, sisa nasi, dan limbah dapur organik lainnya.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa keseimbangan antara bahan kering dan bahan basah sangat penting dalam proses penguraian agar kompos dapat terbentuk dengan baik dan tidak menimbulkan bau yang menyengat.
Dalam praktiknya, proses pembuatan kompos cukup sederhana. Masyarakat hanya perlu menyiapkan wadah seperti karung atau ember berlubang sebagai tempat pengomposan. Bahan kering dan bahan basah kemudian disusun secara berlapis, lalu ditambahkan sedikit tanah serta larutan EM4 untuk mempercepat proses penguraian.
Selanjutnya, campuran bahan tersebut perlu diaduk secara berkala agar proses dekomposisi berjalan optimal. Dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu, kompos yang dihasilkan sudah dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.
Mahasiswa juga menjelaskan cara pengaplikasian kompos di lahan pertanian maupun pekarangan rumah. Kompos dapat dicampurkan dengan tanah sebelum proses penanaman atau ditaburkan di sekitar tanaman sebanyak satu hingga dua genggam per tanaman.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Bojong Menteng dapat semakin mandiri dalam mengelola limbah organik rumah tangga serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Selain mendukung SDGs No.1 Tanpa Kemiskinan, program ini juga sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, seperti SDGs No.2 Tanpa Kelaparan, SDGs No.12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs No.13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs No.15 Ekosistem Daratan.
Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi kompos, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN dari UNS dan UNTIRTA ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pembangunan desa melalui edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana namun aplikatif ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Bojong Menteng dapat memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





