Kolaborasi KKN UNS–UNTIRTA Hadirkan Pelatihan Shibori di SDN 1 Bojong Menteng, Dorong Pendidikan Kreatif Berbasis Keterampilan

Mahasiswa KKN saat menjelaskan cara pembuatan shibori bagi siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN saat menjelaskan cara pembuatan shibori bagi siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. (doc. pribadi)

Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar pelatihan pembuatan shibori bagi siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berbasis praktik.

Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 yang diketuai oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan puluhan siswa sekolah dasar yang mengikuti kegiatan pembelajaran kreatif melalui praktik langsung pembuatan shibori. Teknik pewarnaan kain tradisional asal Jepang ini diperkenalkan sebagai media edukasi yang mampu melatih kreativitas sekaligus meningkatkan pengalaman belajar siswa.

Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa sekolah dasar, khususnya melalui pendekatan praktik kreatif.

“Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan anak. Namun, dalam praktiknya proses pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berfokus pada metode konvensional yang menitikberatkan pada teori dan hafalan. Melalui pelatihan shibori ini kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.

Menurut Dadang, pendekatan pembelajaran berbasis praktik menjadi penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengeksplorasi ide dan kreativitas mereka melalui kegiatan yang aplikatif.

Kegiatan pelatihan ini digagas berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN di SDN 1 Bojong Menteng yang menunjukkan bahwa pembelajaran seni dan keterampilan masih dapat dikembangkan lebih variatif. Oleh karena itu, mahasiswa menghadirkan pelatihan shibori sebagai media pembelajaran alternatif yang mampu meningkatkan minat belajar siswa.

Program tersebut dikoordinasikan oleh Zahra Nandara Agatha selaku penanggung jawab kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pengenalan keterampilan kreatif sejak dini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan anak.

“Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, kegiatan pembelajaran seni dan keterampilan di sekolah masih dapat dikembangkan agar lebih variatif. Melalui pelatihan shibori ini kami berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan aplikatif serta dapat menumbuhkan kreativitas sejak dini,” jelas Zahra.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan eksplorasi ide.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlebih dahulu memberikan pengenalan mengenai konsep dasar shibori, termasuk sejarah singkat, alat dan bahan yang digunakan, serta tahapan proses pembuatannya. Shibori sendiri merupakan teknik pewarnaan kain yang menghasilkan motif unik melalui proses lipat, ikat, dan celup.

Mahasiswa KKN saat mendampingi pelatihan pembuatan shibori bagi siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN saat mendampingi pelatihan pembuatan shibori bagi siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. (doc. pribadi)

Para siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan shibori. Proses dimulai dari melipat kain sesuai pola yang diinginkan, mengikat menggunakan karet gelang, hingga mencelupkan kain ke dalam larutan pewarna tekstil yang aman digunakan untuk kegiatan sekolah.

Suasana kelas tampak aktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat bersemangat saat mencoba berbagai pola lipatan yang menghasilkan motif berbeda. Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam membuat karya seni berbasis kain.

Momen yang paling dinantikan siswa adalah saat kain yang telah dicelup dan dikeringkan dibuka kembali. Pada tahap ini, motif unik yang terbentuk dari proses lipat dan ikat mulai terlihat. Setiap kain memiliki pola yang berbeda, sehingga menumbuhkan rasa bangga pada siswa terhadap hasil karya mereka sendiri.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga memberikan manfaat lain bagi perkembangan siswa. Proses melipat, mengikat, dan mencelup kain membantu melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi, serta menanamkan nilai kesabaran dan ketelitian.

Siswa juga belajar bekerja sama dalam kelompok selama proses pembuatan shibori berlangsung. Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama guru sekolah agar setiap siswa dapat mengikuti tahapan kegiatan dengan baik.

Kegiatan ini melibatkan tim mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 yang terdiri dari Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA berupaya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Implementasi SDGs nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang mendorong kreativitas, partisipasi aktif siswa, serta pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

Mahasiswa berharap kegiatan pelatihan shibori ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dinilai menjadi langkah penting dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Bangga: para siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar berfoto bersama memperlihatkan hasil shibori yang telah mereka buat. (doc. pribadi)
Bangga: para siswa di SDN 1 Bojong Menteng, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar berfoto bersama memperlihatkan hasil shibori yang telah mereka buat. (doc. pribadi)

Dengan pendekatan pembelajaran kreatif yang melibatkan praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga kesempatan untuk berekspresi dan berkreasi. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta semangat belajar siswa sejak usia dini.

Kolaborasi KKN UNS–UNTIRTA di Desa Bojong Menteng menjadi contoh bagaimana program pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *