Kolaborasi KKN UNS-UNTIRTA Hadirkan Rocket Stove, Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Desa Bojong Menteng

Dokumentasi bersama di lokasi Rocket Stove. (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama di lokasi Rocket Stove. (doc. pribadi)

Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam KKN Kelompok 175 bersama mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menghadirkan inovasi pengelolaan sampah melalui pembuatan rocket stove di Desa , Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Kegiatan pembuatan rocket stove dilaksanakan pada (25–26/1/2026), dilanjutkan dengan sosialisasi serta peresmian pada 29 Januari 2026. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa KKN yang berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap persoalan sampah yang masih menjadi permasalahan utama di Desa Bojong Menteng.

“Program ini kami rancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu mengatasi permasalahan sampah yang masih banyak ditemukan di lingkungan desa, sekaligus mendukung pencapaian SDGs nomor 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera,” ujar Dadang.

Menurutnya, masih banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan desa karena belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang memadai. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat membuang sampah secara sembarangan atau membakarnya secara terbuka, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN dari dua perguruan tinggi ini menggagas pembuatan rocket stove, yaitu kompor ramah lingkungan dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap. Teknologi sederhana ini memungkinkan pembakaran biomassa atau sampah organik secara lebih cepat dibandingkan metode pembakaran terbuka.

Penanggung jawab program, Malikasari, menjelaskan bahwa pemilihan rocket stove sebagai solusi didasarkan pada potensi pemanfaatan limbah yang banyak tersedia di lingkungan desa.

“Rocket stove merupakan kompor ramah lingkungan dengan sistem pembakaran yang lebih efisien. Alat ini memiliki keunggulan berupa pembakaran yang minim asap serta mampu membakar sampah organik maupun bahan bakar biomassa dengan lebih cepat dibandingkan metode pembakaran terbuka,” jelas Malikasari.

Ia menambahkan bahwa melalui program ini masyarakat tidak hanya diajak memahami bahaya pembakaran sampah secara terbuka, tetapi juga diperkenalkan dengan alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman bagi kesehatan.

Program ini dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa KKN, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Warga dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan rocket stove mulai dari tahap persiapan material hingga uji coba penggunaan.

Sosialisasi bahaya pembakaran sampah di tempat terbukan dan penggunaan Rocket Stove. (doc. pribadi)
Sosialisasi bahaya pembakaran sampah di tempat terbukan dan penggunaan Rocket Stove. (doc. pribadi)

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa menjelaskan dampak negatif pembakaran sampah secara terbuka yang dapat menghasilkan asap berbahaya dan memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penggunaan rocket stove diharapkan dapat menjadi solusi sederhana yang mampu mengurangi paparan asap berbahaya di lingkungan masyarakat.

Selain sosialisasi, mahasiswa juga mengadakan praktik langsung pembuatan rocket stove. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan tahapan perakitan alat, mulai dari penyusunan material hingga proses uji coba pembakaran.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif warga yang ikut membantu proses perakitan serta berdiskusi mengenai cara penggunaan dan perawatan alat tersebut. Kehadiran rocket stove dinilai dapat membantu masyarakat memanfaatkan limbah organik sebagai bahan bakar alternatif sekaligus mengurangi penumpukan sampah di lingkungan desa.

KKN UNS Kelompok 175 sendiri terdiri dari 25 mahasiswa lintas program studi yang bekerja secara kolaboratif dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. Mereka adalah Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Melalui kerja sama lintas perguruan tinggi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif bagi masyarakat.

Proses pembangunan Rocket Stove. (doc. pribadi)
Proses pembangunan Rocket Stove. (doc. pribadi)

Program rocket stove dinilai memiliki dampak positif terhadap kesehatan masyarakat karena mampu mengurangi asap dari pembakaran sampah terbuka yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, teknologi ini juga membantu memanfaatkan limbah sebagai sumber energi alternatif.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik serta memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA, program pembuatan rocket stove di Desa Bojong Menteng diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Inovasi sederhana ini juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai solusi praktis dalam mengatasi permasalahan sampah di tingkat desa.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *