Kanekes, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) untuk memperkuat branding UMKM berbasis budaya lokal di wilayah Baduy Luar. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan identitas visual dan pemasaran UMKM Pulung Tenun Baduy 15 yang berlangsung pada Rabu, (4/2/2026), di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM tenun Baduy melalui pengembangan identitas visual berupa logo, desain kemasan, katalog produk, serta penerapan sistem pembayaran digital. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal memperluas jangkauan pasar tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Baduy.
Ketua KKN UNS sekaligus penanggung jawab program, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM yang selama ini belum memiliki identitas usaha yang kuat.
“Program ini bertujuan meningkatkan identitas visual dan daya saing UMKM melalui pengembangan logo, media promosi, dan sistem pemasaran,” ujar Dadang.
Ia menambahkan bahwa penguatan branding menjadi langkah penting bagi UMKM agar mampu dikenal lebih luas oleh konsumen. Menurutnya, identitas visual yang konsisten dapat membantu membangun citra usaha sekaligus meningkatkan nilai jual produk.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN UNS yang dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Tim mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut terdiri dari Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan pada (19/1/2026). Observasi dilakukan melalui kunjungan langsung dan diskusi dengan pemilik usaha untuk mengidentifikasi kebutuhan yang dihadapi UMKM Pulung Tenun Baduy 15.
Hasil observasi menunjukkan bahwa UMKM tersebut menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus sarat nilai budaya. Produk yang dihasilkan antara lain kain tenun Baduy, aksesoris tradisional, slayer, madu hutan, hingga gula aren yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Baduy.
Meski memiliki potensi besar, pelaku UMKM masih menghadapi beberapa kendala dalam aspek pemasaran dan branding. Produk yang dihasilkan belum memiliki identitas visual yang konsisten, seperti logo yang representatif, kemasan yang menarik, serta media promosi yang terstruktur.
Kondisi tersebut menyebabkan identitas usaha belum terbentuk secara optimal, sehingga memengaruhi daya saing produk ketika dipasarkan ke pasar yang lebih luas.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian merancang logo baru yang mencerminkan karakter usaha sekaligus menggambarkan nilai budaya masyarakat Baduy. Logo tersebut dirancang dengan mempertimbangkan unsur visual yang sederhana namun tetap merepresentasikan identitas lokal.

Logo yang telah dirancang kemudian diterapkan pada berbagai media pendukung usaha, seperti stiker produk, label kemasan, serta desain kemasan baru untuk produk kain tenun dan madu hutan.
Selain itu, mahasiswa juga menyusun katalog produk sebagai media promosi yang memuat informasi mengenai jenis produk, deskripsi singkat, serta daftar harga secara lebih sistematis. Katalog ini diharapkan dapat mempermudah konsumen dalam mengenal produk yang ditawarkan oleh UMKM Pulung Tenun Baduy 15.
Tidak hanya fokus pada aspek visual, mahasiswa juga membantu pelaku usaha beradaptasi dengan sistem transaksi modern. Salah satunya melalui fasilitasi penggunaan pembayaran digital QRIS yang memungkinkan konsumen melakukan transaksi secara non-tunai.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran produk di era digital.
Program penguatan branding UMKM ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan usaha kecil, serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong pengembangan produk berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.

Melalui program tersebut, UMKM Pulung Tenun Baduy 15 kini memiliki identitas visual yang lebih jelas serta media promosi yang lebih terstruktur. Kehadiran sistem pembayaran digital juga diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi bagi konsumen.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menjaga nilai budaya sebagai identitas utama produk.
Dengan penguatan branding dan pemasaran yang lebih terarah, UMKM Pulung Tenun Baduy 15 diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus terus mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat Baduy sebagai bagian dari identitas produk yang unik dan autentik.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





