Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan program penguatan literasi bagi siswa sekolah dasar melalui pengenalan cerita rakyat dan pelatihan kepenulisan di SDN 1 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi serta pendidikan karakter anak.
Program tersebut digagas berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan mahasiswa KKN di sekolah tersebut. Dari pengamatan dan wawancara dengan guru kelas, diketahui bahwa kemampuan menulis siswa masih tergolong rendah. Beberapa siswa masih menuliskan huruf secara tidak lengkap, tertukar, bahkan terbalik. Selain itu, sebagian besar siswa juga belum mengenal konsep cerita rakyat, termasuk kisah populer seperti Malin Kundang maupun Timun Mas.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan program kerja bertajuk “Penguatan Literasi Melalui Cerita Rakyat.” Program ini dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada siswa.

Ketua KKN kolaborasi UNS–UNTIRTA, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, khususnya pada aspek peningkatan motivasi belajar dan pendidikan karakter melalui penguatan literasi berbasis cerita rakyat,” ujar Dadang.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Selama masa pengabdian, mahasiswa dari berbagai program studi bekerja sama merancang kegiatan yang interaktif agar siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran literasi.
Tim KKN terdiri dari sejumlah mahasiswa lintas disiplin ilmu, di antaranya Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu diperkenalkan pada pengertian cerita rakyat beserta unsur-unsur pembentuknya. Mahasiswa menjelaskan bahwa sebuah cerita rakyat memiliki tokoh, latar, alur, konflik, serta amanat atau pesan moral yang dapat dipetik dari kisah tersebut.
Para siswa kemudian diajak mengidentifikasi tokoh-tokoh dalam cerita, memahami alur cerita, serta menggali nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini dilakukan agar siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, mahasiswa juga menyisipkan berbagai game edukasi literasi yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Dalam permainan tersebut, siswa diajak menyusun kalimat efektif dari potongan kata, mengenali penggunaan imbuhan dalam kata, serta memperbaiki kalimat yang kurang tepat.

Melalui metode belajar sambil bermain, siswa terlihat lebih aktif dan antusias mengikuti kegiatan di kelas. Suasana pembelajaran pun menjadi lebih hidup karena siswa terlibat langsung dalam setiap aktivitas.
Tidak hanya membaca dan menyimak cerita, mahasiswa juga memberikan latihan kepenulisan sederhana sebagai bagian dari penguatan literasi menulis. Para siswa dibimbing menuliskan kembali cerita yang telah mereka pahami menggunakan bahasa mereka sendiri berdasarkan struktur cerita yang telah dipelajari sebelumnya.
Dalam proses tersebut, beberapa siswa bahkan mencoba mengembangkan alur cerita serta menciptakan tokoh baru sesuai dengan imajinasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi melalui cerita rakyat mampu merangsang kreativitas serta kemampuan berpikir siswa.
Penanggung jawab program, Alyana Zahrani Aribah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya melalui cerita rakyat.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga mengenal cerita rakyat yang mengandung nilai moral dan pesan kehidupan,” ungkap Alyana.
Ia menambahkan bahwa pengenalan cerita rakyat dapat menjadi sarana untuk menanamkan karakter positif kepada siswa sejak dini, sekaligus memperkuat kecintaan mereka terhadap budaya lokal.
Program literasi ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa UNS dan UNTIRTA dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik bagi siswa.
Selain meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah dasar. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual, siswa diharapkan dapat lebih tertarik untuk membaca dan menulis secara mandiri.
Mahasiswa KKN berharap semangat literasi yang telah ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir. Melalui pengenalan cerita rakyat sebagai media pembelajaran, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan literasi yang lebih baik, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Dengan demikian, kolaborasi KKN UNS dan UNTIRTA di Desa Bojong Menteng tidak hanya menjadi program pengabdian masyarakat semata, tetapi juga langkah kecil dalam mendukung terciptanya pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di tingkat desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





