Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan kolaborasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar kegiatan sosialisasi kesadaran anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual di SMPN 04 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Program kerja yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 175 ini dilatarbelakangi meningkatnya perhatian terhadap kasus perundungan dan tindakan pelecehan yang dapat mengganggu kenyamanan serta proses belajar siswa di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga interaksi sosial yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap bahaya bullying dan pelecehan seksual.
Ketua KKN Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk membangun kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.
“Program sosialisasi kesadaran anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual ini merupakan bagian dari pelaksanaan dan kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas yang berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari kekerasan,” ujar Dadang.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi siswa.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara interaktif dengan pemaparan materi yang disampaikan secara bertahap kepada para siswa. Materi diawali dengan penjelasan mengenai definisi bullying dan pelecehan seksual, bentuk-bentuk perilaku yang termasuk dalam kategori tersebut, serta dampak psikologis yang dapat ditimbulkan bagi korban.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai batasan perilaku yang sehat dalam pergaulan di lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk memahami pentingnya saling menghormati, menjaga batasan interaksi, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas.
Penanggung jawab program, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, menekankan bahwa edukasi mengenai bullying dan pelecehan seksual perlu diberikan kepada siswa sejak dini agar mereka mampu mengenali dan mencegah tindakan tersebut.
“Sosialisasi yang komprehensif terkait edukasi kesadaran, pencegahan, dan penanganan bullying serta pelecehan seksual perlu diberikan kepada peserta didik sejak dini agar tercipta lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan bebas dari kekerasan,” kata Devon.
Menurutnya, kegiatan edukasi seperti ini sangat penting untuk membantu siswa memahami konsekuensi dari tindakan perundungan maupun pelecehan, baik dari sisi psikologis maupun hukum.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga menyampaikan materi mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul dari tindakan bullying maupun pelecehan seksual. Hal ini bertujuan agar siswa memahami bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran norma sosial, tetapi juga dapat berimplikasi hukum.
Untuk meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan sosialisasi dilengkapi dengan sesi tanya jawab pada setiap akhir pemaparan materi. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Agar suasana kegiatan tetap menarik dan partisipatif, mahasiswa juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. Metode ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.
Melalui pendekatan interaktif tersebut, mahasiswa berharap para siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengingat serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Program KKN ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. yang memberikan arahan kepada mahasiswa dalam merancang serta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Tim KKN Kelompok 175 sendiri terdiri dari sejumlah mahasiswa lintas program studi, di antaranya Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Pihak SMPN 04 Bojong Menteng menyambut baik kegiatan tersebut. Guru dan tenaga kependidikan menilai bahwa sosialisasi ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini, terutama dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat budaya sekolah yang ramah anak serta bebas dari kekerasan. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai bullying dan pelecehan seksual, siswa diharapkan mampu saling menjaga dan menghargai satu sama lain.
Melalui kolaborasi antara UNS dan UNTIRTA, kegiatan KKN ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kesadaran siswa mengenai bahaya bullying dan pelecehan seksual, diharapkan lingkungan belajar yang aman dan kondusif dapat terwujud secara nyata. Upaya tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung tercapainya pendidikan berkualitas sebagaimana yang diamanatkan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





