Mahasiswa KKN BBK 5 Unair Inisiasi Budidaya Maggot, Wujudkan Tata Kelola Sampah Berkelanjutan dan Bernilai Ekonomis

Dokumentasi bersama. (doc. Pribadi)
Dokumentasi bersama. (doc. Pribadi)

Jatijejer, Krajan.id – Pengelolaan sampah menjadi salah satu isu krusial yang berdampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Sayangnya, banyak daerah masih menggunakan sistem pengelolaan konvensional yang belum menerapkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Salah satunya adalah Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, di mana sistem pengelolaan sampah masih sebatas pemilahan sampah anorganik untuk dijual dan pembakaran sampah organik. Praktik ini justru menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara.

Bacaan Lainnya

Melihat permasalahan tersebut, Tim Mahasiswa KKN BBK 5 Universitas Airlangga (Unair) menginisiasi program kerja bertajuk “Maggot untuk Jatijejer”. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis melalui budidaya maggot atau larva dari Lalat Black Soldier Fly (BSF).

Kegiatan ini berlangsung pada (26-29/1/2025), bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatimakmur, yang berperan dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada para pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Jatijejer.

Dalam kegiatan ini, Tim Mahasiswa KKN BBK 5 Unair memberikan edukasi tentang pentingnya transformasi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Mereka memperkenalkan Lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen pengurai sampah organik yang efektif. Maggot BSF memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai bahan-bahan organik, sehingga dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA.

Selain manfaat lingkungannya, budidaya maggot juga memiliki potensi besar di berbagai sektor. Di bidang peternakan, maggot mengandung protein tinggi, sekitar 30-45%, yang sangat baik untuk pakan ternak seperti unggas, ikan, dan reptil. Kandungan nutrisinya mampu mempercepat pertumbuhan hewan ternak, sehingga dapat menjadi alternatif pakan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Sementara itu, di sektor pertanian, sisa hasil penguraian sampah oleh maggot dapat diolah menjadi pupuk kompos yang kaya akan nutrisi. Selain itu, frass atau kotoran maggot juga bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dari sisi lingkungan, budidaya maggot membantu mengurangi intensitas volume sampah organik secara signifikan. Dengan demikian, potensi pencemaran lingkungan dapat diminimalisir, sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh penumpukan sampah.

Sebagai bagian dari program kerja, Tim Mahasiswa KKN BBK 5 Unair tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun fasilitas fisik berupa kandang maggot. Kandang ini berukuran 4×4 meter dan dilengkapi dengan dua sekat untuk memisahkan fase-fase pertumbuhan maggot, mulai dari penetasan larva, perkembangan menjadi pupa, hingga fase akhir menjadi lalat dewasa. Desain kandang ini dirancang sedemikian rupa agar proses budidaya berjalan efektif dan efisien.

Tidak berhenti sampai di situ, tim juga merancang strategi pemasaran untuk memastikan keberlanjutan program ini. Mereka membuat akun di berbagai platform e-commerce serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar produk maggot.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai ekonomis dari budidaya maggot, sehingga tidak hanya membantu mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Desa Jatijejer.

Dengan pendekatan ini, maggot yang dihasilkan dari pengelolaan sampah organik tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi dijual ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Proses pengalaman kotoran maggot yang nantinya bisa digunakan untuk media tanam. (doc. Pribadi)
Proses pengayakan kotoran maggot yang nantinya bisa digunakan untuk media tanam. (doc. Pribadi)

Program ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Ketua BUMDes Jatimakmur, Sugeng Budianto. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN Unair.

Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Program ini sangat bagus karena manfaat maggot tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Terima kasih kepada adik-adik KKN BBK Unair, semoga program ini bermanfaat dan dapat terus berlanjut,” ujar Sugeng.

Hal senada juga disampaikan oleh Roby, anggota BUMDes Jatimakmur sekaligus supervisor dalam program budidaya maggot ini. Ia mengungkapkan antusiasmenya atas kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan di desanya.

“Saya sangat mengapresiasi usaha dan semangat dari mahasiswa KKN BBK Unair. Saya juga banyak belajar dari kegiatan ini, dan semoga program ini bisa membawa perubahan positif bagi Desa Jatijejer,” katanya.

Agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, dibutuhkan komitmen dari semua pihak, mulai dari pemerintah desa, BUMDes, hingga masyarakat setempat. Dengan adanya sinergi antara berbagai elemen masyarakat, diharapkan budidaya maggot ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Desa Jatijejer.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola budidaya maggot, serta terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah organik.

Harapan ke depan, program “Maggot untuk Jatijejer” tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Program ini diharapkan mampu menjadi legacy yang baik dan membuka peluang-peluang baru bagi perkembangan Desa Jatijejer menuju desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *