Mahasiswa KKN Kolaborasi UNS-UNTIRTA Edukasi Kepedulian Lingkungan di SMAN 2 Leuwidamar

Pemaparan materi edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)
Pemaparan materi edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)

Leuwidamar, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar program edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memahami dampak negatif dari perilaku yang tidak ramah lingkungan.

Program edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNS Kelompok 175 yang berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas XII dan berlangsung dalam suasana interaktif yang mendorong partisipasi aktif para peserta.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai langkah edukatif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin mendorong siswa untuk lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan serta menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari juga memiliki dampak terhadap keberlanjutan alam di masa depan,” ujar Dadang.

Ia menambahkan bahwa pendekatan edukasi yang digunakan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dikemas secara interaktif agar siswa dapat memahami isu lingkungan secara lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan mereka.

Program ini melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam KKN UNS Kelompok 175. Mereka adalah Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sesi edukasi lingkungan yang membahas berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di tingkat lokal hingga global. Para mahasiswa menjelaskan berbagai isu yang berkaitan dengan perubahan iklim, pemanasan global, serta dampak aktivitas manusia terhadap kerusakan lingkungan.

Penanggung jawab program, Rahma Laila Tasyrika, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep lingkungan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu siswa bertanya saat edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)
Salah satu siswa bertanya saat edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)

“Kami ingin menghadirkan edukasi lingkungan yang aplikatif dan mudah dipahami oleh peserta, sehingga mereka dapat langsung menerapkan perilaku ramah lingkungan di sekitar sekolah maupun rumah masing-masing,” ujar Rahma.

Menurutnya, edukasi lingkungan sangat penting diberikan kepada generasi muda karena mereka merupakan kelompok yang akan menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga mengajak siswa untuk memahami bagaimana kebiasaan sederhana dapat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan. Misalnya, penggunaan plastik sekali pakai secara berlebihan, pemborosan energi listrik, hingga pengelolaan sampah yang tidak tepat.

Para siswa diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Di antaranya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendukung praktik daur ulang sampah di lingkungan sekolah maupun rumah.

Metode diskusi yang digunakan dalam kegiatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih partisipatif. Banyak siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat terkait isu lingkungan yang mereka temui di sekitar mereka.

Antusiasme peserta juga mendapat perhatian dari pihak sekolah. Kepala SMAN 2 Leuwidamar, Ibu Teti Fatimah, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA tersebut.

“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sehingga siswa memiliki kesadaran lebih besar terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) yang menekankan pentingnya tindakan nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak serta meminimalkan limbah.

Dokumentasi bersama setelah edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah edukasi pemeliharaan lingkungan bagi siswa SMAN 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). (doc. pribadi)

Melalui kegiatan edukasi yang partisipatif ini, mahasiswa KKN berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat. Dengan membekali generasi muda melalui pemahaman yang kontekstual serta praktik sederhana yang dapat langsung diterapkan, kesadaran lingkungan diharapkan dapat tumbuh sejak dini.

Upaya kecil yang dimulai dari lingkungan sekolah tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berkelanjutan dalam kehidupan sosial masyarakat di masa mendatang. Kesadaran generasi muda terhadap lingkungan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *