Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan program penguatan visual branding dan digitalisasi UMKM pada usaha ritel Toko Ambu Hendi di Desa Bojong Menteng, Kabupaten Lebak, Banten, selama Januari hingga Februari 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan daya saing usaha kecil di tingkat desa.
Program tersebut dijalankan oleh mahasiswa KKN kolaborasi UNS–UNTIRTA yang berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Kegiatan difokuskan pada pengembangan identitas visual usaha serta pendampingan digital sebagai strategi memperluas jangkauan pemasaran UMKM.
Ketua KKN Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan nyata pelaku UMKM yang masih menjalankan usaha secara konvensional tanpa identitas visual yang kuat.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pembentukan identitas visual yang konsisten serta optimalisasi pemasaran digital. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDG’s) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujar Dadang.
Toko Ambu Hendi merupakan usaha ritel yang menjual kain serta berbagai produk oleh-oleh khas Baduy. Toko ini berlokasi di kawasan Terminal Ciboleger yang menjadi jalur utama menuju destinasi wisata Baduy. Meski berada di lokasi strategis, usaha tersebut sebelumnya belum memiliki identitas visual yang jelas seperti logo, desain promosi, maupun media digital untuk memperluas pemasaran.
Usaha yang berdiri pada akhir tahun 2025 itu selama beberapa bulan pertama masih mengandalkan sistem penjualan konvensional dengan pelanggan yang sebagian besar berasal dari pengunjung kawasan wisata Baduy. Kondisi tersebut membuat potensi pemasaran yang lebih luas belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, tim KKN melakukan observasi serta wawancara dengan pemilik usaha untuk memahami karakter usaha serta kebutuhan pengembangan branding yang diperlukan. Hasil observasi menunjukkan bahwa salah satu kebutuhan utama adalah pembentukan identitas visual yang dapat memperkuat citra usaha di mata konsumen.
Penanggung jawab program, Wildan Fatoni, menjelaskan bahwa penguatan identitas visual menjadi langkah awal dalam membangun citra profesional sebuah usaha, khususnya di era digital.
“Kami melihat bahwa toko ini memiliki potensi besar karena berada di jalur wisata Baduy, namun belum memiliki identitas visual seperti logo, desain promosi, maupun media digital. Oleh karena itu, program penguatan visual branding dan digitalisasi ini dilakukan agar usaha memiliki tampilan yang lebih profesional dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Wildan.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mahasiswa KKN kemudian merancang identitas visual berupa logo yang merepresentasikan karakter usaha. Selain itu, tim juga menentukan pemilihan warna serta tipografi yang sesuai dengan konsep toko yang menjual produk khas daerah.
Perancangan tersebut dilengkapi dengan pembuatan berbagai media promosi sederhana seperti banner dan label produk. Identitas visual ini diharapkan dapat membantu Toko Ambu Hendi memiliki tampilan yang lebih profesional sekaligus mudah dikenali oleh konsumen.

Tidak hanya berfokus pada aspek visual, tim KKN juga melakukan pendampingan dalam digitalisasi UMKM. Pendampingan ini meliputi pembuatan akun media sosial sebagai sarana promosi digital, pembuatan kode pembayaran QRIS, serta desain media cetak yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan.
Mahasiswa juga membantu proses dokumentasi produk melalui kegiatan fotografi agar tampilan produk lebih menarik ketika dipromosikan secara daring. Selain itu, pemilik usaha diberikan edukasi mengenai cara mengunggah konten promosi serta menulis caption yang dapat menarik minat konsumen.
Program ini melibatkan 25 mahasiswa dari berbagai program studi yang bekerja secara kolaboratif. Mereka antara lain Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut memungkinkan program penguatan branding dan digitalisasi dapat dilakukan secara lebih komprehensif, mulai dari desain identitas visual hingga strategi komunikasi pemasaran.

Melalui program ini, Toko Ambu Hendi kini telah memiliki identitas visual resmi yang dapat digunakan sebagai ciri khas usaha. Selain itu, keberadaan media digital juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi usaha tersebut.
Perubahan tersebut memberikan tampilan usaha yang lebih tertata serta meningkatkan rasa percaya diri pemilik dalam mempromosikan produknya kepada konsumen. Kehadiran sistem pembayaran digital juga menjadi langkah adaptasi terhadap perkembangan transaksi di era modern.
Mahasiswa KKN berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan usaha yang lebih luas sekaligus mendorong pelaku UMKM lainnya di desa untuk mulai memanfaatkan branding dan digitalisasi sebagai strategi pengembangan usaha.
Selain meningkatkan daya saing UMKM, program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dengan penguatan identitas visual dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM desa diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin luas.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





