Mahasiswa KKN UMBY Dorong Digitalisasi UMKM, Edukasi Remaja, dan Ketahanan Pangan di Dusun Ngelo

Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta berfoto bersama siswa SD Banyusidi usai kegiatan sosialisasi dan edukasi di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta berfoto bersama siswa SD Banyusidi usai kegiatan sosialisasi dan edukasi di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)

Banyusidi, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 14 melaksanakan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Program tersebut menyasar penguatan UMKM, edukasi sosial bagi anak, serta peningkatan ketahanan pangan rumah tangga.

Rangkaian kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan warga setempat. Fokus utamanya adalah peningkatan daya saing pelaku usaha kecil, pembekalan pengetahuan bagi siswa sekolah dasar, dan optimalisasi pemanfaatan lahan skala rumah tangga.

Bacaan Lainnya
Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 14 berfoto bersama pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 14 berfoto bersama pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)

Pada sektor ekonomi, mahasiswa menggelar pelatihan teknologi berbasis media digital dengan materi pembuatan logo dan poster promosi. Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku UMKM di Dusun Ngelo agar mampu memperkuat identitas visual produk dan memperluas jangkauan pasar.

Peserta mendapatkan pemahaman dasar desain grafis sekaligus praktik langsung membuat logo serta materi promosi sederhana. Hasil desain tersebut dapat digunakan untuk kemasan, media sosial, maupun kebutuhan promosi lainnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat persaingan usaha semakin bergeser ke ranah digital. Visual produk yang menarik menjadi salah satu faktor penentu dalam menarik minat konsumen.

Selain penguatan ekonomi, mahasiswa juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai bahaya pergaulan bebas bagi siswa kelas V dan VI SD Banyusidi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang risiko perilaku menyimpang serta pentingnya menjaga pergaulan.

Sasaran dipilih pada siswa kelas atas sekolah dasar karena mereka akan segera memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fase tersebut dianggap sebagai masa transisi menuju remaja awal, ketika lingkungan pergaulan menjadi lebih luas dan kompleks.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal awal dalam membentuk karakter serta kesadaran sosial siswa.

Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 14 bersama warga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani menunjukkan bibit sawi dan cabai yang ditanam menggunakan media polybag di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 14 bersama warga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani menunjukkan bibit sawi dan cabai yang ditanam menggunakan media polybag di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (doc. pribadi)

Program lain yang dijalankan adalah pemanfaatan lahan pertanian skala rumah tangga melalui penanaman sawi dan cabai menggunakan media polybag. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani yang beranggotakan ibu-ibu Dusun Ngelo.

Metode polybag dipilih sebagai solusi alternatif menghadapi musim hujan yang kerap menghambat produktivitas tanaman di lahan terbuka. Dengan sistem ini, tanaman dapat lebih mudah dipindahkan dan dirawat, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panen juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga apabila dikelola secara berkelanjutan.

Ketua KKN Kelompok 14, Doni Febrian Embo, mengatakan seluruh program disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan dialog dengan warga.

“Kami merancang program kerja ini agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat Dusun Ngelo, mulai dari membantu UMKM agar lebih siap bersaing di era digital, membekali anak-anak dengan pemahaman sejak dini, hingga mendukung produktivitas ibu-ibu KWT meskipun terkendala musim,” ujar Doni.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMBY berupaya menghadirkan program yang edukatif, aplikatif, dan relevan dengan kondisi lokal. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat fondasi sosial dan ekonomi warga Dusun Ngelo secara bertahap dan berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *