Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 175 bersama mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Little Scientists: Building Knowledge, Sparking Innovation” bagi siswa kelas III SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan konsep dasar sains melalui percobaan sederhana yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 yang diketuai oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menghadirkan metode pembelajaran alternatif yang interaktif dengan melibatkan siswa secara langsung dalam berbagai eksperimen sains sederhana. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta minat belajar anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan sains kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
“Little Scientists: Building Knowledge, Sparking Innovation merupakan kegiatan edukatif yang dirancang untuk mengenalkan konsep dasar sains kepada anak-anak melalui percobaan sederhana yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa percobaan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan rumah, bahkan sebagian dapat ditemukan di dapur keluarga.
“Kegiatan ini memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan dan dapat kita temui di dapur keluarga, sehingga anak-anak dapat belajar sains secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Program edukasi sains ini melibatkan siswa kelas III SDN 2 Bojong Menteng yang mengikuti kegiatan secara aktif bersama mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga diajak untuk melakukan percobaan secara langsung.
Penanggung jawab kegiatan, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, menjelaskan bahwa metode praktik langsung dipilih agar anak-anak dapat memahami konsep sains secara lebih mudah.
“Siswa-siswi diajak untuk mengamati, mencoba, dan menyimpulkan hasil percobaan dengan bimbingan mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta minat belajar anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini,” kata Kezia.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang interaktif bagi siswa sekolah dasar di wilayah tersebut.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran alternatif yang interaktif, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi anak-anak di sekitar posko,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan serta penjelasan mengenai konsep dasar sains dan eksperimen sederhana kepada para siswa. Para mahasiswa kemudian memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan, sekaligus menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan secara langsung dengan pendampingan dari mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA. Terdapat tiga percobaan sains sederhana yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Secret Message, Lava Lamp, dan Gunung Meletus.

Percobaan Secret Message memperkenalkan konsep reaksi kimia sederhana melalui pesan rahasia yang dapat muncul setelah proses tertentu dilakukan. Sementara percobaan Lava Lamp menunjukkan fenomena reaksi antara cairan dengan kepadatan berbeda yang menghasilkan efek visual menyerupai lampu lava. Adapun percobaan Gunung Meletus memperlihatkan reaksi kimia sederhana yang menghasilkan efek letusan seperti gunung berapi.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Antusiasme terlihat dari wajah para siswa yang aktif mengikuti setiap tahapan percobaan. Mereka tampak penasaran ketika mencampur bahan-bahan percobaan dan mengamati perubahan yang terjadi.
Beberapa siswa bahkan berani mencoba sendiri percobaan tersebut dengan bimbingan mahasiswa. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka tidak ragu untuk bertanya mengenai proses yang terjadi dalam setiap eksperimen.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya memahami konsep sains secara teori, tetapi juga mengalami langsung proses ilmiah melalui kegiatan percobaan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua. Melalui kegiatan edukatif ini, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan inovatif bagi siswa sekolah dasar.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dari dua perguruan tinggi, yaitu UNS dan UNTIRTA, dalam melaksanakan kegiatan edukasi bagi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi dalam KKN UNS Kelompok 175 turut memperkaya pelaksanaan kegiatan. Selain Dadang Agus Prasetiyo dan Kezia Nian Kharisma Hutagalung, kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa lain seperti Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Melalui kegiatan Little Scientists, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Pembelajaran yang dilakukan melalui pendekatan eksperimen sederhana ini diharapkan mampu membuat sains terasa lebih dekat, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan, kegiatan ini menunjukkan bahwa belajar sains tidak harus selalu dilakukan di laboratorium, tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





