Mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA Kenalkan Teknik Ecoprint kepada Siswa SDN 2 Bojong Menteng untuk Kurangi Sampah Plastik

Mahaiswa KKN mendampingi pelatihan teknik ecoprint bagi siswa-siswi SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu, (21/1/2026). (doc. pribadi)
Mahaiswa KKN mendampingi pelatihan teknik ecoprint bagi siswa-siswi SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu, (21/1/2026). (doc. pribadi)

Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar program edukasi lingkungan melalui kegiatan pelatihan teknik ecoprint bagi siswa-siswi SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu, (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini sekaligus memperkenalkan alternatif produk ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

Program yang bertajuk “Pemanfaatan Teknik Ecoprint dalam Upaya Pengurangan Sampah Plastik Berbasis Edukasi Lingkungan” ini menjadi salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua KKN Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual yang bersama timnya berupaya menghadirkan metode edukasi kreatif bagi siswa sekolah dasar melalui pendekatan seni dan lingkungan. Program tersebut menyasar siswa-siswi sebagai peserta utama dengan harapan nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak panjang ini, kami berharap semangat pelestarian lingkungan dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak di Desa Bojong Menteng,” ujar Dadang.

Program ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan sumber daya serta mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan, termasuk plastik sekali pakai.

Bangga: 2 siswa menunjukan hasil ecoprint yang telah berhasil mereka buat. (doc. pribadi)
Bangga: 2 siswa menunjukan hasil ecoprint yang telah berhasil mereka buat. (doc. pribadi)

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu oleh Raysya Alicia sebagai penanggung jawab program. Mahasiswa dari Fakultas Pertanian UNS tersebut menjelaskan bahwa teknik ecoprint dipilih karena memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sekolah.

“Melalui teknik Ecoprint, pigmen alami dari daun digunakan sebagai pengganti pewarna sintetis yang seringkali tidak ramah lingkungan. Penggunaan tas kain sebagai media Ecoprint bertujuan agar siswa-siswi terbiasa menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali, sehingga ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dapat berkurang,” jelas Raysya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan sesi pengenalan lingkungan sekitar sekolah. Para siswa diajak untuk mengeksplorasi halaman sekolah guna mengidentifikasi berbagai jenis daun yang memiliki potensi estetika untuk dijadikan motif dalam teknik ecoprint.

Dalam sesi tersebut, para siswa belajar mengenali bentuk, tekstur, serta pola alami yang dimiliki daun. Daun-daun yang telah dipilih kemudian digunakan sebagai bahan utama untuk mencetak motif alami pada tas kain yang telah disediakan oleh tim KKN.

Setelah proses pengenalan bahan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecoprint. Para siswa diajarkan cara menata daun di atas permukaan tas kain, kemudian menutupnya dengan kain pelindung sebelum dipukul menggunakan palu kayu agar pigmen daun dapat menempel dan membentuk motif alami.

Dokumentasi bersama setelah pelatihan teknik ecoprint bagi siswa-siswi SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu, (21/1/2026). (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelatihan teknik ecoprint bagi siswa-siswi SDN 2 Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu, (21/1/2026). (doc. pribadi)

Dengan bimbingan para mahasiswa KKN, setiap siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses. Mereka dengan teliti menata daun dan memukulnya secara perlahan hingga motif alami mulai terlihat pada tas kain.

Selain memberikan pengalaman kreatif, kegiatan ini juga melatih berbagai aspek perkembangan anak seperti motorik halus, ketelitian, serta kesabaran. Proses pembuatan motif yang membutuhkan ketelatenan membuat siswa belajar untuk bekerja dengan lebih fokus dan sabar.

Hasil karya para siswa kemudian diperlihatkan kepada teman-teman mereka. Setiap tas kain memiliki motif yang berbeda karena bergantung pada jenis daun dan cara penataan yang dilakukan oleh masing-masing siswa.

Tas kain hasil karya tersebut kemudian dapat digunakan oleh para siswa dalam aktivitas sehari-hari, seperti membawa buku atau perlengkapan sekolah. Dengan demikian, tas tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.

Tim KKN UNS Kelompok 175 sendiri terdiri dari mahasiswa lintas program studi yang bekerja sama dalam melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat di Desa Bojong Menteng. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam berkarya, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana.

Upaya mengenalkan gaya hidup ramah lingkungan sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan. Dengan demikian, kesadaran terhadap pengurangan sampah plastik dapat tumbuh dari generasi muda dan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *