Mahasiswa UNS Olah Limbah Pelepah Pisang Jadi Produk Bernilai Ekonomi Lewat Program WIBAWA 2025

Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret memberikan penjelasan mengenai produk inovasi "PELEPAHKOE" kepada pengunjung dalam kegiatan Demo Day WIBAWA. (doc. PELEPAHKOE)
Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret memberikan penjelasan mengenai produk inovasi "PELEPAHKOE" kepada pengunjung dalam kegiatan Demo Day WIBAWA. (doc. PELEPAHKOE)

Surakarta, Krajan.id – Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi melalui Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS 2025. Program ini berlangsung selama lima bulan, sejak Agustus hingga Desember 2025, dengan fokus pada penguatan keterampilan kewirausahaan mahasiswa.

Program WIBAWA dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengelola usaha, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Salah satu tim peserta, PELEPAHKOE, beranggotakan tujuh mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas MIPA UNS, yakni Embun Putri Hapsari, Fadila Yogi Syahidatun Wahidah, Cantika Yovitania Meiriska, Escamareta Rizky Indah Siwi, Laurensia Aninda Prajna Diva, Maysarah Intan Lestari, dan Nur Alifah Az-Zahra. Tim ini dibimbing oleh dosen Bowo Winarno, S.Si., M.Kom.

Bacaan Lainnya

Pengembangan inovasi ini berangkat dari permasalahan umum di sektor pertanian, yakni rendahnya pemanfaatan limbah pelepah pisang. Selama ini, limbah tersebut kerap dibiarkan membusuk atau dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai guna.

Dalam keterangan yang diberikan PELEPAHKOE mengungkapkan, potensi limbah pelepah pisang cukup besar, terutama di wilayah pedesaan.

“Di Desa Trangsan banyak pohon pisang, tetapi pelepahnya sering dibiarkan menumpuk karena dianggap tidak berguna. Melalui program ini, kami mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual,” jelas tim PELEPAHKOE.

Dalam proses pengembangannya, tim melakukan sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pengeringan, pembentukan produk, hingga pengemasan. Produk yang dihasilkan memiliki keunggulan ramah lingkungan karena bersifat biodegradable, aman digunakan, serta memiliki tampilan alami yang menarik.

Karakteristik tersebut menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbasis konsep berkelanjutan. Selain fokus pada produksi, tim juga mendapatkan pendampingan dalam aspek manajemen usaha, strategi pemasaran, serta analisis biaya produksi.

Pendampingan ini bertujuan agar produk yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kelayakan bisnis dan mampu bersaing di pasar. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami ekosistem usaha secara menyeluruh.

Hasil pengembangan usaha kemudian dipresentasikan dalam kegiatan Demo Day WIBAWA yang digelar pada 8–9 Desember 2025. Pada kegiatan ini, tim memperkenalkan produk kepada dosen, mentor, serta mahasiswa UNS. Selain itu, dilakukan pula penjualan langsung dan uji coba produk untuk memperoleh umpan balik dari konsumen.

Respons yang diterima terbilang positif. Produk berbasis pelepah pisang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari segi desain maupun diversifikasi produk.

Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi limbah pertanian. Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan akan solusi yang mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Ke depan, tim PELEPAHKOE berharap produk ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi contoh kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi kreatif berbasis potensi lokal.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *