Leuwidamar, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 175 menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkotika kepada para pelajar di SMP Negeri 4 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap risiko penyalahgunaan narkotika sejak usia sekolah.
Sosialisasi tersebut menyasar siswa tingkat sekolah menengah pertama karena mereka berada pada fase transisi menuju remaja, masa yang identik dengan rasa ingin tahu tinggi serta kecenderungan mencoba hal-hal baru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkotika, sekaligus mendorong pelajar agar mampu mengenali dan menghindari penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.
Program edukasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 yang dipimpin oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Dalam tim KKN tersebut, puluhan mahasiswa dari berbagai program studi terlibat secara aktif. Mereka antara lain Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi preventif kepada pelajar mengenai ancaman narkotika.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya membekali siswa dengan pengetahuan yang benar agar mampu mengenali, memahami, dan menghindari bahaya narkotika sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelajar tingkat SMP dipilih sebagai sasaran utama karena mereka berada dalam fase perkembangan yang sangat penting. Pada usia tersebut, pembentukan karakter dan pola pikir menjadi fondasi penting dalam menentukan arah masa depan generasi muda.
Sementara itu, penanggung jawab program, Sayyidah Syarifatul A’ala, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pendekatan edukatif yang interaktif agar materi dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui pengertian narkotika, tetapi juga memahami dampak kesehatan, sosial, serta konsekuensi hukum yang dapat terjadi jika seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Kegiatan sosialisasi dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan tahap persiapan serta koordinasi bersama pihak sekolah. Setelah itu, acara dibuka oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana.
Memasuki sesi inti, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian narkotika, jenis-jenis yang sering beredar di masyarakat, serta dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental. Materi juga mencakup penjelasan mengenai konsekuensi sosial yang dapat muncul, seperti rusaknya hubungan keluarga dan lingkungan pergaulan, hingga dampak hukum yang dapat memengaruhi masa depan seseorang.
Untuk memudahkan pemahaman siswa, penyampaian materi dilakukan menggunakan media presentasi visual yang menarik. Metode ini dipilih agar siswa dapat mengikuti penjelasan secara lebih fokus dan interaktif.
Agar suasana kegiatan tetap dinamis, mahasiswa juga menyelipkan sesi icebreaking yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi cerdas cermat yang berisi pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Siswa yang mampu menjawab dengan benar diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi.

Partisipasi siswa terlihat cukup tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang aktif mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan mampu menarik perhatian serta dipahami oleh peserta.
Selain memberikan pengetahuan mengenai bahaya narkotika, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun pola hidup sehat serta memilih lingkungan pergaulan yang positif. Para siswa diajak untuk berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berlangsung tertib dan lancar hingga selesai pada pukul 12.00 WIB. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi para pelajar.
Program sosialisasi ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan edukasi yang relevan bagi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berharap kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika dapat meningkat sehingga mereka mampu melindungi diri dari risiko penyalahgunaan zat terlarang tersebut. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang sehat, sadar hukum, dan memiliki komitmen kuat terhadap masa depan yang lebih baik.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





