Nama saya Epri Yeni, anak kedua dari dua bersaudara. Saya lahir di Dharmasraya, tepatnya di Kecamatan Koto Salak, Kenagarian Simalidu, pada 23 Desember 2005. Perjalanan saya menuju Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) bermula ketika saya duduk di kelas 3 SMA.
Saat itu, berbagai kampus negeri dan swasta dari Sumatera Barat, termasuk UNDHARI, melakukan sosialisasi di SMA Negeri 1 Koto Salak, tempat saya bersekolah. UNDHARI menarik perhatian saya karena lokasinya strategis dan mudah dijangkau oleh putra-putri daerah Dharmasraya.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di UNDHARI. Pada awalnya, saya sempat ragu, mengingat UNDHARI adalah universitas yang relatif muda dibandingkan kampus-kampus besar lainnya.
Namun, di sinilah saya menyadari bahwa mimpi tidak hanya dibangun dari cita-cita pribadi, tetapi juga dari inspirasi yang tercipta melalui interaksi dengan dosen, teman, dan lingkungan sekitar. Dosen-dosen di UNDHARI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor yang membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan.
Mereka tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga peduli terhadap pengembangan karakter dan kemampuan praktis mahasiswa.
Keunikan UNDHARI terlihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah warna khas kampus yang didominasi warna pink. UNDHARI juga memiliki aturan unik, yaitu mahasiswa dari luar Dharmasraya diwajibkan tinggal di asrama kampus, bukan di kos-kosan luar.
Kampus ini memiliki sistem keamanan yang baik, dengan satpam yang menjaga gerbang hingga pukul 21.00. Mahasiswa UNDHARI tidak hanya berasal dari Dharmasraya, tetapi juga dari daerah lain seperti Jambi. Meski usianya masih muda, UNDHARI telah meraih berbagai penghargaan di tingkat lokal maupun regional.
Prestasi mahasiswa UNDHARI di bidang olahraga, seni, dan akademik menunjukkan komitmen universitas dalam mencetak individu yang unggul. Kampus ini memiliki beberapa fakultas dengan program studi yang beragam, salah satunya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Baca Juga: Dari Kegagalan Menuju Kesempatan Baru di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI)
Saya sendiri memilih Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) karena sejak kecil saya bercita-cita menjadi guru. Cita-cita ini terinspirasi dari guru-guru saya di sekolah dasar yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing murid-murid mereka.
Sebagai mahasiswa jurusan PGSD, saya tidak hanya belajar teori pendidikan, tetapi juga memahami peran seorang pendidik sebagai pembangun masa depan bangsa. Di FKIP PGSD, saya diajarkan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menginspirasi dan membimbing, tetapi juga memberikan teladan yang baik bagi murid-muridnya. Saya merasa bangga menjadi bagian dari generasi muda yang akan menjadi pendidik masa depan.
Tahun 2024, jurusan PGSD menjadi salah satu jurusan paling diminati di UNDHARI. Melalui program ini, UNDHARI memberikan saya lebih dari sekadar ilmu. Kampus ini membentuk karakter saya, mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan rasa tanggung jawab. Saya percaya bahwa menjadi guru adalah panggilan mulia, karena guru adalah pembentuk generasi masa depan.
Baca Juga: Bingung Memilih Kampus, Berakhir di UNDHARI yang Begitu Menginspirasi
Selain FKIP, UNDHARI juga memiliki fakultas lain seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Bagi generasi muda Dharmasraya, UNDHARI adalah simbol harapan. Universitas ini memberikan peluang bagi mereka untuk meraih impian tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Di sini, mimpi besar bermula, dan masa depan cerah dirancang dengan ilmu, iman, dan tekad yang kuat.
Bagi saya, UNDHARI bukan sekadar universitas, tetapi juga rumah kedua tempat saya bertumbuh, belajar, dan meraih mimpi. Saya yakin bahwa setiap mahasiswa UNDHARI memiliki peluang yang sama untuk sukses, asalkan mereka memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dan terus berjuang untuk mewujudkan mimpi mereka. Jayalah selalu kampus kebanggaanku, jayalah selalu UNDHARI.





