Kanekes, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program penguatan branding dan identitas visual UMKM Baduy Luar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal masyarakat Baduy Luar melalui penguatan identitas produk tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi ciri khas komunitas adat tersebut.
Program yang dilaksanakan oleh KKN UNS Kelompok 164 ini menyoroti potensi besar produk unggulan masyarakat Baduy Luar seperti kain tenun, slayer, aksesoris tradisional, madu hutan, serta gula aren. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan filosofi kehidupan masyarakat Baduy yang menjunjung tinggi kesederhanaan, keharmonisan dengan alam, serta keberlanjutan lingkungan.
Ketua KKN UNS, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi UMKM di Desa Kanekes.
“Produk-produk unggulan masyarakat Baduy Luar memiliki kualitas yang baik dan nilai budaya yang kuat. Namun, sebagian pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam aspek branding dan identitas visual, sehingga produk yang sebenarnya berkualitas belum memiliki kemasan, logo, maupun narasi produk yang kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam KKN UNS kelompok ini. Di antaranya Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya branding produk, strategi pemasaran sederhana, serta teknik membangun cerita produk atau product storytelling yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat Baduy.

Penanggung jawab program, Amara Azhzahra Pratiwi, menjelaskan bahwa branding tidak hanya berkaitan dengan tampilan visual, tetapi juga berkaitan dengan identitas serta nilai yang ingin disampaikan kepada konsumen.
“Branding tidak hanya dipahami sebagai desain visual semata, tetapi sebagai upaya membangun identitas dan nilai tambah produk. Identitas visual yang konsisten membantu konsumen mengenali produk, meningkatkan kepercayaan, serta memperluas akses pasar tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada produk tersebut,” jelasnya.
Materi yang disampaikan kepada pelaku UMKM dikemas secara partisipatif dan dialogis agar tetap selaras dengan nilai-nilai adat yang berlaku di Desa Kanekes. Pendekatan ini dilakukan agar proses edukasi tidak bertentangan dengan prinsip kehidupan masyarakat Baduy yang menjunjung kesederhanaan serta kearifan lokal.
Selain kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dalam mengembangkan identitas visual produk. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan desain label sederhana, pemilihan warna yang merepresentasikan identitas budaya Baduy, hingga penyusunan narasi produk yang menonjolkan proses pembuatan tradisional serta filosofi budaya di balik produk tersebut.
Dalam proses perancangan desain, mahasiswa tetap memperhatikan nilai-nilai budaya masyarakat Baduy. Desain yang dikembangkan mengedepankan unsur natural serta tidak bertentangan dengan prinsip kesederhanaan yang selama ini dijaga oleh masyarakat adat Baduy.
Program ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM Baduy Luar yang merasa terbantu dalam memahami pentingnya identitas produk di tengah persaingan pasar yang semakin berkembang. Melalui adanya label serta identitas visual yang lebih terstruktur, produk lokal diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain mendukung penguatan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Program penguatan branding UMKM Baduy Luar secara langsung mendukung SDGs 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi lokal berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah.
Peningkatan daya saing produk diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat Baduy Luar sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan tanpa mengubah sistem produksi tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di sisi lain, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDGs 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Produk UMKM Baduy dihasilkan melalui proses tradisional yang ramah lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Mahasiswa KKN UNS menegaskan bahwa penguatan branding dilakukan tanpa mengubah metode produksi tradisional yang menjadi identitas utama produk Baduy. Dengan demikian, nilai keberlanjutan serta filosofi kehidupan masyarakat Baduy tetap terjaga.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kearifan lokal, mahasiswa berharap pelaku UMKM Baduy Luar semakin percaya diri dalam memasarkan produknya kepada masyarakat luas. Di sisi lain, identitas budaya tetap dipertahankan sebagai kekuatan utama yang membedakan produk Baduy dengan produk lainnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat adat secara inklusif sekaligus menjaga keberlanjutan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





