Perkuat Tingkat Literasi Anak, Mahasiswa KKN Kolaborasi UNS dan UNTIRTA Adakan Penguatan Literasi Anak Berbasis Budaya Lokal

Pelaksanaan program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)
Pelaksanaan program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)

Cisimeut Raya, Krajan.id – Mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas 5 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis sejak usia sekolah dasar.

Program tersebut menjadi salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh KKN UNS Kelompok 175 bersama mahasiswa UNTIRTA. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.

Bacaan Lainnya

Ketua KKN Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan siswa. Melalui program ini, mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan pembelajaran yang menarik sekaligus kontekstual bagi anak-anak.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi dasar siswa, khususnya dalam memahami isi bacaan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mengekspresikan gagasan secara tertulis,” ujar Dadang.

Ia menambahkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun daya analisis siswa dalam memahami informasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di era digital yang sarat arus informasi.

Program penguatan literasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca siswa sekaligus membangun karakter melalui pengenalan nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menerapkan pendekatan literasi berbasis budaya lokal agar materi yang disampaikan lebih dekat dengan kehidupan siswa. Cerita rakyat daerah, kosakata khas lokal, serta permainan tradisional dimasukkan ke dalam berbagai aktivitas literasi yang dirancang secara interaktif.

Penanggung jawab program, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus mengenal warisan budaya di lingkungan mereka.

“Pendekatan berbasis budaya lokal dipilih agar siswa tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga mengenal serta menghargai warisan budaya daerahnya,” jelas Vista.

Ia menilai bahwa penguatan literasi akan lebih efektif apabila dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya memahami isi bacaan secara akademik, tetapi juga mampu menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Mahasiswa KKN saat mendampingi siswa dalam pelaksanaan program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN saat mendampingi siswa dalam pelaksanaan program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi membaca bersama cerita rakyat daerah. Dalam kegiatan ini, siswa diajak membaca teks cerita secara bergantian, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai unsur intrinsik cerita seperti tokoh, latar, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Setelah sesi membaca dan diskusi, siswa juga dilatih menuliskan ringkasan cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan memahami bacaan sekaligus mengembangkan keterampilan menulis.

Mahasiswa KKN kemudian menambahkan unsur permainan literasi edukatif agar suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Permainan tersebut dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkaya kosakata siswa melalui aktivitas yang interaktif.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh antusias. Para siswa tampak aktif saat mengikuti sesi membaca, berdiskusi, maupun ketika mengikuti permainan literasi yang dipandu oleh mahasiswa.

Dalam kegiatan ini, puluhan mahasiswa dari berbagai program studi terlibat secara kolaboratif. Mereka di antaranya Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan tersebut memungkinkan kegiatan literasi dirancang secara kreatif dan variatif, sehingga siswa dapat belajar dengan metode yang lebih menarik.

Guru kelas SDN 1 Cisimeut Raya turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Program ini dinilai mampu mendukung proses pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya lokal yang ada di lingkungan mereka.

Antusias para siswa mengikuti program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)

Antusias para siswa mengikuti program penguatan literasi anak berbasis budaya lokal di SDN 1 Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (21/1/2026). (doc. pribadi)

Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif serta peningkatan kualitas pembelajaran dasar bagi semua anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kemampuan literasi siswa di Desa Cisimeut Raya dapat terus berkembang. Selain itu, mereka juga berharap siswa dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Dengan memadukan literasi dan budaya lokal dalam proses pembelajaran, program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran budaya dan karakter yang kuat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *