LEBAK – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 175 melaksanakan program penguatan literasi anak usia dini melalui kegiatan membaca, bercerita, dan mewarnai di RA Nurul Ilmi, Lembah Barokah Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa UNS dengan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang bertujuan meningkatkan minat baca serta kreativitas anak sejak usia dini. Melalui pendekatan belajar yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman belajar yang interaktif bagi para siswa.
Ketua KKN UNS Kelompok 175, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan stimulasi pendidikan sejak usia dini, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar.
“Program ini kami rancang sebagai upaya sederhana untuk menumbuhkan minat literasi anak sejak dini. Melalui kegiatan membaca, bercerita, dan mewarnai, anak-anak diharapkan dapat mengenal dunia membaca dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Program pengabdian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. bersama tim mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam KKN UNS Kelompok 175.
Tim tersebut terdiri dari Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan literasi ini dirancang dengan metode belajar sambil bermain agar anak-anak tetap merasa nyaman dan antusias mengikuti kegiatan. Mahasiswa membuka kegiatan dengan sesi ice breaking dan permainan edukatif untuk mencairkan suasana sekaligus membangun interaksi dengan para peserta didik.
Setelah suasana menjadi lebih akrab, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan sesi bercerita menggunakan buku cerita bergambar. Cerita disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak. Para siswa juga diajak berinteraksi melalui pertanyaan ringan yang bertujuan melatih keberanian mereka dalam menyampaikan pendapat.
Penanggung jawab program, Salsabila Sifa Azzahro, menjelaskan bahwa metode tersebut dipilih agar kegiatan literasi tidak terasa seperti proses belajar yang kaku, melainkan menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Kami ingin kegiatan literasi ini terasa menyenangkan bagi anak-anak. Melalui cerita bergambar dan aktivitas mewarnai, mereka dapat belajar sambil bermain sehingga minat membaca dapat tumbuh secara alami,” jelas Salsabila.

Setelah sesi bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas mewarnai gambar yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga melatih kemampuan motorik halus serta koordinasi tangan dan mata.
Pendekatan kreatif tersebut merupakan bagian dari strategi mahasiswa dalam menanamkan kebiasaan membaca dan belajar sejak usia dini. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari mendengarkan cerita hingga mewarnai gambar.
Para mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung kepada anak-anak selama proses mewarnai berlangsung. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang masih mengalami kesulitan sekaligus membangun interaksi yang lebih dekat antara mahasiswa dan peserta didik.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNS tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu menghadirkan variasi metode pembelajaran yang lebih kreatif sehingga anak-anak menjadi lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.
Selain memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan literasi sederhana, mahasiswa berupaya membantu menumbuhkan fondasi pendidikan yang kuat sejak usia dini.
Program literasi ini juga sejalan dengan komitmen global dalam mencapai SDGs Tujuan 4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Kolaborasi antara mahasiswa UNS dan Untirta dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pendidikan di masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperluas dampak kegiatan secara lebih luas.
Ke depan, mahasiswa berharap kegiatan literasi seperti ini dapat terus dikembangkan dengan berbagai metode pembelajaran yang lebih inovatif. Dengan demikian, upaya peningkatan literasi anak usia dini di wilayah Kecamatan Leuwidamar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan, mahasiswa KKN UNS Kelompok 175 berharap anak-anak di RA Nurul Ilmi dapat semakin mengenal dunia membaca sejak dini. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang gemar membaca serta memiliki fondasi pendidikan yang lebih kuat di masa depan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





