Puskesmas Bojong I, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, resmi meluncurkan program inovatif “Jaring Bu Siti” (Jaringan Ibu Hamil Risiko Tinggi – ANC Terpadu) sebagai langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah tersebut.
Berdasarkan data tahun 2022, Kabupaten Pekalongan mencatat 23 kasus kematian ibu dan 105 kasus kematian bayi. Di wilayah kerja Puskesmas Bojong I sendiri, tercatat satu kasus kematian ibu serta ratusan ibu hamil dengan risiko tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, “Jaring Bu Siti” hadir sebagai layanan terpadu yang menggabungkan pemeriksaan kehamilan dengan program gizi, pemeriksaan laboratorium, kesehatan gigi dan mulut, serta skrining risiko oleh dokter.
Kepala Puskesmas Bojong I, dr. Nuhzah Tusaniah, menjelaskan bahwa program ini menyasar ibu hamil, terutama dengan risiko tinggi. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pendaftaran, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan gigi dan mulut, skrining oleh dokter, penyuluhan gizi, hingga pelaporan hasil. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terjadwal dan diawasi ketat melalui monitoring serta evaluasi bulanan.
Lebih dari sekadar pemeriksaan rutin, program ini juga berperan dalam memberikan penanganan cepat terhadap kegawatdaruratan obstetri dan anak.
Selain itu, “Jaring Bu Siti” berfokus menurunkan faktor risiko pada ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi dan balita. Pelaksanaannya melibatkan tenaga kesehatan, kader desa, serta dukungan lintas sektor yang terintegrasi di tingkat desa.
Melalui inovasi ini, Puskesmas Bojong I menaruh harapan besar agar angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan. Program ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan.





