Ciboleger, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan pengenalan tanaman lokal dan praktik menanam bagi anak usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Nurul Ilmi, Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep ketahanan pangan lokal sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan edukatif dan praktik langsung.
Program yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti oleh 20 siswa RA Nurul Ilmi, empat guru pendamping, serta sembilan mahasiswa KKN UNS. Kegiatan berjalan interaktif dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia anak-anak, yakni melalui cerita, tanya jawab, serta praktik menanam secara langsung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNS yang diketuai oleh Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Ketua KKN UNS kelompok tersebut, Dadang Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya tanaman pangan lokal sejak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran terhadap kemandirian pangan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal melalui pengenalan tanaman lokal dan praktik menanam bagi anak usia dini,” ujar Dadang.
Menurutnya, pengenalan tanaman sejak dini menjadi langkah awal yang penting agar anak-anak mengenal sumber pangan yang berasal dari lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap alam.

Sementara itu, penanggung jawab program, Aqiela Nasywa Hayuni, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pendidikan nonformal yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak melalui praktik sederhana.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada tanaman produktif sebagai langkah awal mengenalkan kemandirian pangan di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar,” kata Aqiela.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut anak-anak diperkenalkan dengan beberapa jenis tanaman sayuran yang umum dikonsumsi sehari-hari. Tanaman yang diperkenalkan meliputi terong, cabai merah, daun seledri, serta sawi hijau.
Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan tanaman lokal. Para mahasiswa menjelaskan jenis-jenis tanaman tersebut beserta manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, seperti melalui cerita ringan dan sesi tanya jawab.
Metode pembelajaran yang digunakan membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan serta menyebutkan nama-nama tanaman yang mereka kenal di lingkungan rumah.
Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menanam. Para siswa didampingi mahasiswa KKN untuk menanam bibit tanaman menggunakan polybag yang telah diisi media tanam. Setiap anak diberikan kesempatan untuk menanam secara langsung sehingga mereka dapat merasakan pengalaman berkebun secara sederhana.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa juga mengajarkan cara merawat tanaman, mulai dari teknik penyiraman hingga cara menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Anak-anak terlihat antusias saat menaburkan tanah dan menyiram tanaman yang telah mereka tanam.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak sejak usia dini. Dengan mengenal tanaman pangan secara langsung, anak-anak diharapkan dapat memahami bahwa bahan makanan yang mereka konsumsi berasal dari proses alam yang perlu dijaga dan dirawat.
Program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger yang berkaitan dengan upaya menciptakan ketahanan pangan melalui pemanfaatan tanaman produktif di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education dengan memberikan pendidikan nonformal mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengenal sumber pangan lokal.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, mahasiswa KKN UNS berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat anak-anak terhadap kegiatan bercocok tanam serta meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber pangan.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN UNS menyerahkan alat berkebun mini kepada guru pendamping di RA Nurul Ilmi. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk merawat tanaman yang telah ditanam oleh para siswa.
Hasil penanaman tersebut juga diharapkan dapat dirawat bersama oleh guru dan siswa hingga masa panen tiba. Dengan demikian, anak-anak dapat melihat langsung proses pertumbuhan tanaman yang mereka tanam sendiri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berharap pembelajaran mengenai ketahanan pangan lokal tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat menjadi pengalaman belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang lebih beragam sehingga semakin banyak anak yang mengenal pentingnya tanaman pangan lokal sejak usia dini.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





