Tim KKN 50 UNS Gelar Praktik Pembuatan Bolu Pikat sebagai Solusi Inovatif Mengolah Pisang Berlebih

Mahasiswa KKN UNS dampingi ibu-ibu rumah tangga dalam praktik pembuatan Bolu Pikat pada Kamis (22/1/2026). (doc. Darinisna Humairo)
Mahasiswa KKN UNS dampingi ibu-ibu rumah tangga dalam praktik pembuatan Bolu Pikat pada Kamis (22/1/2026). (doc. Darinisna Humairo)

Metesih, Krajan.id – Melimpahnya hasil panen pisang di Desa Metesih mendorong mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan solusi sederhana namun aplikatif. Tim KKN 50 UNS menggelar praktik pembuatan Bolu Pisang Cokelat Nikmat (Bolu Pikat) sebagai alternatif pengolahan pisang matang yang kerap terbuang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Klinik Pratama Rawat Inap Sahabat Keluarga Medika, Kamis (22/1/2026), dan diikuti lebih dari 30 ibu rumah tangga setempat. Program ini menyasar pemanfaatan bahan pangan lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus mencegah pemborosan hasil kebun.

Bacaan Lainnya

Salah satu anggota Tim KKN 50 UNS, Dela, mengatakan ide tersebut muncul dari pengamatan langsung selama berada di desa. Hampir setiap rumah memiliki tanaman pisang dengan hasil panen yang melimpah.

“Saya lihat hampir setiap rumah punya pisang, bahkan di posko kami selalu disajikan pisang. Daripada dimakan begitu saja dan akhirnya bosan lalu terbuang, lebih baik diolah menjadi camilan yang berbeda,” ujar Dela saat kegiatan berlangsung.

Mahasiswa KKN UNS dampingi ibu-ibu rumah tangga dalam praktik pembuatan Bolu Pikat pada Kamis (22/1/2026). (doc. Darinisna Humairo)
Mahasiswa KKN UNS dampingi ibu-ibu rumah tangga dalam praktik pembuatan Bolu Pikat pada Kamis (22/1/2026). (doc. Darinisna Humairo)

Menurut dia, Bolu Pikat dipilih karena proses pembuatannya sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus. Pisang yang terlalu matang justru menjadi bahan utama yang cocok untuk diolah menjadi bolu.

Dela menjelaskan, bahan tambahan yang digunakan mudah diperoleh di warung sekitar. Proses pembuatannya pun disesuaikan dengan kondisi dapur rumah tangga pada umumnya.

“Oven belum tentu semua orang punya, jadi kita gunakan dandang atau kukusan. Kami juga tidak memakai timbangan, cukup dengan takaran sendok agar lebih praktis,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung pembuatan bolu dengan pendampingan mahasiswa. Mulai dari proses mencampur adonan, menentukan tekstur yang tepat, hingga teknik pengukusan agar bolu matang merata.

Pendekatan praktik langsung ini diharapkan memberi pengalaman konkret kepada peserta, sehingga mereka dapat mengulangi prosesnya secara mandiri di rumah. Selain sebagai konsumsi keluarga, olahan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi produk rumahan skala kecil.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata UNS di Desa Metesih yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pelatihan sederhana ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan hasil kebun secara lebih optimal serta mengurangi risiko pemborosan pangan.

Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pengolahan pangan tidak selalu memerlukan teknologi rumit. Dengan pendekatan sederhana dan bahan yang tersedia, hasil panen pisang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan lebih variatif.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *