Tradisi Kembar Mayang dalam prosesi pernikahan adat Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan makna filosofis dan simbolis. Dalam konteks kehidupan modern, tradisi ini tetap relevan jika kita memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pandangan saya mengenai tradisi ini dapat ditinjau dari dua aspek utama, yakni relevansi budaya di era modern dan pentingnya pelestarian warisan budaya.
Pertama, Kembar Mayang memiliki simbolisme yang mendalam terkait dengan keseimbangan dan keharmonisan. Meskipun zaman terus berkembang dan tradisi ini mungkin dianggap kuno atau tidak praktis oleh sebagian orang, nilai-nilai yang diusungnya tetap relevan.
Kembar Mayang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan, menghormati leluhur, dan mempererat ikatan spiritual dalam pernikahan. Dalam filosofi Jawa, tradisi ini menjadi landasan moral dan spiritual yang memperkuat hubungan pasangan pengantin.
Oleh sebab itu, meski berada di era modern, Kembar Mayang masih layak dipertahankan, tidak hanya sebagai elemen ritual tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang memperkaya prosesi pernikahan.
Baca Juga: Tari Gending Sriwijaya dan Upaya Pelestariannya
Kedua, pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kekayaan warisan leluhur. Kembar Mayang, dengan keindahan estetika dan nilai filosofisnya, mencerminkan keunikan budaya Jawa yang patut dilestarikan.
Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, mempertahankan tradisi ini berarti menjaga sejarah, jati diri, dan identitas bangsa. Akan tetapi, pelestarian tradisi tidak berarti menutup diri terhadap perubahan.
Kembar Mayang dapat beradaptasi dengan unsur-unsur modern tanpa kehilangan esensi filosofisnya. Sebagai contoh, dekorasi Kembar Mayang dapat disesuaikan dengan tema pernikahan yang lebih sederhana atau kekinian, menjadikannya tetap relevan bagi generasi masa kini.
Baca Juga: Tradisi Kebudayaan Ngidang Masyarakat Palembang: Sebuah Warisan yang Perlu Dilestarikan
Secara keseluruhan, Kembar Mayang adalah tradisi yang penuh nilai dan pelajaran hidup. Ia mengajarkan pentingnya doa, restu leluhur, dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
Melestarikan tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga cara memperkaya kehidupan di masa depan. Sebagai bagian dari masyarakat global, kita perlu memastikan bahwa tradisi seperti Kembar Mayang tetap hidup dan relevan, sehingga dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.





