Nglindur, Gunungkidul – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop identifikasi Point of Interest (POI) di Desa Nglindur, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi desa secara partisipatif sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis data.
Workshop tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dari setiap padukuhan di Desa Nglindur. Para peserta bersama mahasiswa KKN berdiskusi untuk mengidentifikasi beragam potensi lokal, mulai dari sumber daya alam, sektor pertanian, pelaku UMKM, hingga peluang pengembangan wisata desa.
Selain memetakan potensi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Informasi tersebut kemudian dihimpun untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi desa.
Melalui metode diskusi partisipatif dan pemetaan langsung, mahasiswa KKN memfasilitasi warga untuk menuangkan hasil identifikasi tersebut ke dalam peta desa. Berbagai titik strategis yang dinilai memiliki nilai potensi kemudian ditandai sebagai Point of Interest (POI).
Dengan pemetaan tersebut, persebaran potensi Desa Nglindur dapat terlihat secara visual dan sistematis. Peta ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam merumuskan program pengembangan desa di masa mendatang.
Kepala Desa Nglindur, Hanan Amsori, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UNS tersebut. Ia menilai workshop ini dapat membantu pemerintah desa dalam memahami potensi wilayah secara lebih terstruktur.
“Semoga melalui workshop ini, potensi di setiap padukuhan bisa terpetakan dengan baik dan nantinya dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan desa,” ujar Hanan.

Dalam sesi diskusi, setiap perwakilan padukuhan diberikan kesempatan untuk memaparkan potensi unggulan maupun kendala yang mereka hadapi. Hasil pemaparan tersebut kemudian dirangkum oleh tim mahasiswa dan divisualisasikan dalam bentuk peta persebaran Point of Interest Desa Nglindur.
Penanggung jawab program kerja, Kheysia, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam proses pengumpulan data. Menurut dia, partisipasi warga memungkinkan informasi yang dihimpun lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kami melihat Desa Nglindur memiliki banyak potensi, terutama dari sisi sumber daya alamnya. Namun masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian agar kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat,” kata Kheysia.
Ia menambahkan, pemetaan potensi desa melalui identifikasi POI diharapkan dapat membantu pemerintah desa dan masyarakat dalam menyusun langkah pengembangan wilayah secara lebih terarah.
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 33 berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi rujukan awal bagi pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan yang lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, peta potensi desa juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi potensi lokal serta mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mengembangkan wilayah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berupaya menghadirkan pendekatan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses identifikasi dan pengembangan potensi desa.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





