Wujudkan Energi Bersih, Kolaborasi KKN UNS-UNTIRTA Gelar Sosialisasi Pengolahan Limbah Organik Kering melalui Pembuatan Biobriket dalam Mendukung SDG’s 7 dan 12

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pengolahan limbah organik kering menjadi biobriket di Desa Bojong Menteng, pada Kamis, (29/1/2026). (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pengolahan limbah organik kering menjadi biobriket di Desa Bojong Menteng, pada Kamis, (29/1/2026). (doc. pribadi)

Bojong Menteng, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar sosialisasi pengolahan limbah organik kering menjadi biobriket di Desa Bojong Menteng, pada Kamis, (29/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus bernilai guna.

Sosialisasi yang berlangsung di rumah salah satu warga, Ibu Aas, tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus praktik langsung bagi masyarakat untuk memahami cara mengelola limbah organik secara produktif. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN UNS yang berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.. Program tersebut dipimpin oleh Ketua KKN Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual.

Dalam pelaksanaannya, Dadang Agus Prasetiyo menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah organik yang selama ini sering dianggap tidak bernilai.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik kering seperti daun gugur dan sisa biomassa sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi biobriket yang berfungsi sebagai bahan bakar alternatif. Harapannya masyarakat dapat melihat limbah bukan hanya sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali,” ujar Dadang.

Menurutnya, pengelolaan limbah rumah tangga menjadi isu penting di tingkat desa karena praktik pembakaran sampah secara terbuka masih cukup sering dilakukan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara sekaligus berdampak pada kesehatan masyarakat.

Program sosialisasi ini melibatkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KKN UNS Kelompok 2026. Tim tersebut terdiri dari Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.

Sementara itu, Avia Mahotami selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pembuatan biobriket.

“Melalui demonstrasi langsung, warga dapat melihat dan mencoba sendiri proses pembuatan biobriket mulai dari pengolahan bahan hingga proses pencetakan. Dengan cara ini kami berharap masyarakat dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri di rumah,” jelas Avia.

Penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik secara tepat. (doc. pribadi)
Penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik secara tepat. (doc. pribadi)

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik secara tepat. Dalam sesi ini, mahasiswa memaparkan dampak negatif dari kebiasaan membakar sampah secara terbuka, mulai dari pencemaran udara hingga risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep biobriket, yakni bahan bakar padat yang dihasilkan dari pengolahan limbah biomassa seperti daun kering, ranting, atau sisa tanaman. Bahan bakar ini dinilai lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah yang sebelumnya tidak terpakai.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biobriket. Pada tahap ini, mahasiswa memperagakan setiap proses secara bertahap agar mudah dipahami oleh warga.

Demonstrasi pembuatan biobriket. (doc. pribadi)
Demonstrasi pembuatan biobriket. (doc. pribadi)

Proses dimulai dari penghalusan arang hasil pembakaran biomassa, kemudian dicampurkan dengan bahan perekat sebelum dicetak menggunakan alat sederhana. Setelah itu, adonan biobriket dikeringkan hingga siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena masyarakat tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pembuatan biobriket. Warga tampak antusias mencoba mencampur bahan, mencetak briket, hingga memahami proses pengeringan.

Melalui praktik langsung ini, masyarakat mendapatkan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan biobriket juga berpotensi menjadi alternatif energi bagi kebutuhan rumah tangga.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan pengolahan yang tepat, biobriket dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Kolaborasi antara mahasiswa UNS dan UNTIRTA dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian seperti KKN, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kampus, tetapi juga membantu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat Desa Bojong Menteng terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung terciptanya sistem energi yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, mahasiswa KKN UNS dan UNTIRTA berharap masyarakat dapat terus mengembangkan pemanfaatan biobriket sebagai salah satu solusi energi alternatif berbasis sumber daya lokal.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *