Sumowono, Krajan.id – Mahasiswa KKN 120 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi pemanfaatan jamur Trichoderma sp. sebagai agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah di Dusun Bodean, Desa Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Selasa (4/2/2026) pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani Tri Asmoro sebagai upaya mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sosialisasi dihadiri Kepala Dusun Bodean, Prihono, serta para petani setempat. Mahasiswa memberikan pemaparan materi menggunakan media presentasi mengenai manfaat Trichoderma sp., disertai praktik langsung pembuatan media perbanyakan jamur dan pupuk organik cair dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Program ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus tanpa diimbangi bahan organik. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan degradasi tanah, ditandai dengan struktur tanah menjadi keras (bantat), berkurangnya kemampuan menyerap air, serta menurunnya kandungan unsur hara alami.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa residu kimia yang menumpuk dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan meningkatkan biaya produksi petani dalam jangka panjang.

Sebagai alternatif solusi, petani diperkenalkan dengan Trichoderma sp., jamur mikroskopis yang berfungsi ganda sebagai biofungisida alami dan dekomposer bahan organik. Jamur ini mampu menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman, sekaligus membantu proses penguraian bahan organik sehingga struktur tanah kembali remah dan gembur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan teknologi tepat guna yang murah dan mudah diterapkan, dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti nasi sisa dan seresah bambu untuk memperbanyak Trichoderma sp.,” ujar Tim KKN 120 UNS dalam keterangan yang diberikan.
Dalam pelatihan tersebut, petani diajarkan metode perbanyakan yang praktis. Proses dimulai dengan menyiapkan wadah mika yang dialasi seresah bambu kering. Nasi yang telah dikepal kemudian diletakkan di atas alas tersebut dan kembali ditutup dengan seresah bambu. Wadah lalu ditutup rapat dan dibungkus kain gelap untuk menjaga kelembapan serta suhu yang stabil.

Media tersebut disimpan di tempat tertutup selama tujuh hari guna proses fermentasi. Pertumbuhan Trichoderma ditandai munculnya warna hijau pada media nasi, yang menunjukkan jamur berkembang optimal dan siap diaplikasikan ke lahan pertanian.
Metode ini dinilai mudah diterapkan karena tidak membutuhkan peralatan khusus maupun biaya besar. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, teknik ini juga memanfaatkan limbah rumah tangga dan material alami yang sebelumnya belum dimaksimalkan.
Dari sisi ekonomi, penggunaan agen hayati ini diharapkan mampu menekan pengeluaran petani untuk pembelian fungisida kimia. Sementara dari sisi ekologi, aplikasi Trichoderma sp. secara rutin dapat memperbaiki kualitas tanah secara bertahap, meningkatkan daya simpan air, serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap perubahan cuaca dan serangan penyakit.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan, serta Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan pemanfaatan limbah organik menjadi bahan bernilai guna. Selain itu, program ini mendukung Tujuan 15: Menjaga Ekosistem Daratan, karena penggunaan agen hayati membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah dan mengurangi pencemaran akibat bahan kimia.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, mahasiswa berharap petani dapat mengadopsi teknologi sederhana tersebut secara mandiri. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendorong transformasi pertanian lokal menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu rangkaian program kerja KKN 120 UNS di Desa Candi Garon, yang difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





