Cisimeut Raya, Krajan.id – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar program edukasi literasi keuangan bagi anak-anak di Kampung Cimuntur, Desa Cisimeut Raya, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (10/1/2026). Kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan Anak sebagai Upaya Pembentukan Perilaku Konsumsi Bertanggung Jawab dan Kemandirian Finansial Sejak Dini” tersebut diikuti lebih dari 50 anak dan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas finansial sejak usia dini.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kolaborasi UNS-UNTIRTA di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan edukasi mengenai pentingnya menabung, tetapi juga mengajarkan anak-anak memahami konsep dasar pengelolaan uang serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Ketua KKN UNS, Dadang Agus Prasetiyo dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan pendidikan nonformal yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah tersebut.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak dini dan bagaimana mereka dapat mulai mengelola uang secara sederhana. Harapannya, kebiasaan kecil ini dapat membentuk pola pikir yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan uang di masa depan,” ujar Dadang.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di lingkungan PAUD Bunda Al-Fatha, yang turut mendukung penuh pelaksanaan program. Kehadiran mahasiswa KKN disambut antusias oleh anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang telah disiapkan.
Program literasi keuangan ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Izzuddin Abdurrahman Alghiffari, bersama mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTIRTA, Nadzwa Safana. Keduanya menggagas kegiatan tersebut sebagai upaya mengenalkan konsep pengelolaan keuangan kepada anak-anak melalui metode yang sederhana dan mudah dipahami.

Menurut Izzuddin, literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang penting dikenalkan sejak dini. Anak-anak perlu memahami cara mengelola uang secara bijak agar kelak mampu mengambil keputusan finansial yang lebih baik.
Program ini juga dirancang untuk mendukung beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan tersebut berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena memberikan edukasi nonformal yang membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak dalam bidang literasi keuangan.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajarkan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sehingga mereka dapat belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang.
Tidak hanya itu, kebiasaan menabung yang diperkenalkan sejak dini juga dinilai dapat mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membantu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan merencanakan keuangan secara sederhana.
Sementara, Nadzwa Safana menjelaskan bahwa pendekatan edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini dibuat interaktif agar anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep yang disampaikan.
“Kami mencoba menyampaikan materi literasi keuangan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui kegiatan seperti menghias celengan dan menggambar rencana tabungan, mereka dapat belajar menabung sekaligus memahami tujuan dari menabung itu sendiri,” kata Nadzwa Safana.
Ia menambahkan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan menjadi kunci agar anak-anak tidak merasa sedang mengikuti kegiatan belajar yang formal, tetapi tetap dapat menangkap pesan penting mengenai pengelolaan uang.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pentingnya menabung dan manfaatnya bagi masa depan. Anak-anak diajak memahami bahwa sebagian dari uang yang mereka miliki sebaiknya disisihkan untuk kebutuhan yang lebih besar di kemudian hari.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa KKN mengajak anak-anak melakukan kegiatan menghias celengan. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menghias celengan sesuai kreativitas mereka. Celengan tersebut kemudian menjadi simbol komitmen mereka dalam memulai kebiasaan menabung.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Anak-anak terlihat bersemangat ketika menghias celengan dengan berbagai warna dan gambar sesuai imajinasi mereka.
Selain kegiatan menghias celengan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi tersebut disampaikan melalui diskusi sederhana yang melibatkan anak-anak secara langsung.
Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak berdiskusi mengenai berbagai barang yang mereka inginkan dan barang yang benar-benar mereka butuhkan. Melalui pendekatan ini, mereka mulai memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi sekaligus.
Sebagai bagian dari kegiatan edukatif, anak-anak juga diminta menggambar rencana barang yang ingin mereka beli setelah uang tabungan mereka terkumpul. Kegiatan menggambar ini menjadi sarana untuk melatih mereka memvisualisasikan tujuan keuangan sederhana.
Mahasiswa KKN menilai bahwa cara ini dapat membantu anak-anak memahami bahwa menabung membutuhkan proses dan kesabaran sebelum mereka dapat membeli sesuatu yang diinginkan.
Program edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim KKN kolaborasi UNS–UNTIRTA di Desa Cisimeut Raya. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan sejak usia dini.
Tim KKN UNS sendiri terdiri dari 25 mahasiswa lintas program studi yang berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Mereka antara lain Raysya Alicia, Aqiela Nasywa Hayuni, Salsabila Sifa Azzahro, Kezia Nian Kharisma Hutagalung, Abdullah Farras Mahdi, Dadang Agus Prasetiyo, Sayyidah Syarifatul A’ala, Muhammad Harits Abyan Darwien, Sarah Albelita Purba, Avia Mahotami, Sri Oktaviana br Barus, Wildan Fatoni, Wakhid Bagas Rohmadi, Alyana Zahrani Aribah, Malikasari, Devon Jehuda Carmelion Sitorus, Zahra Nandara Agatha, Amara Azhzahra Pratiwi, Muhammad Faiz Abdurrahman, Anissa Aprilia Rizky, Rahma Laila Tasyrika, Ranny Gracia T. Jitmau, Vista Khoirunnisa Nur Hidayah, Eva Nur Safitri, serta Izzuddin Abdurrahman Alghiffari.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap anak-anak di Kampung Cimuntur dapat mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini. Dengan memahami konsep sederhana seperti menabung dan membedakan kebutuhan serta keinginan, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Upaya kecil yang dimulai dari kegiatan sederhana tersebut diyakini dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang mandiri secara ekonomi sekaligus mampu berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya





