Kesimantengah, Krajan.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 5 Universitas Airlangga (Unair) di Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Mojokerto, mengadakan seminar yang menggabungkan konsep manajemen keuangan, akuntansi, dan ekonomi Islam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sub bidang ekonomi, yang menjadi salah satu dari empat fokus utama, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Acara ini berlangsung di Balai Desa Kesimantengah pada Rabu (15/1/2025) dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Seminar yang diberi nama RELIKU X KETALI (Rumah Literasi Keuangan X Kesimantengah Peduli) ini menghadirkan dua sesi utama. Kesimantengah Peduli menyampaikan materi mengenai ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), yang dibawakan oleh Desiyanti dari Program Studi Ekonomi Islam.
Sementara itu, RELIKU memberikan informasi dan praktik tentang perencanaan serta pengelolaan keuangan keluarga, yang disampaikan oleh Rizky Dhafin.

Ketua kelompok KKN-BBK 5, Rizky Dhafin, menegaskan bahwa materi yang diberikan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ZISWAF.
“Materi sosialisasi ini nantinya dapat diwariskan dan disebarluaskan. Masyarakat Desa Kesimantengah juga bisa bekerja sama dengan LAZ setempat untuk pengelolaan harta ZISWAF. Selain itu, pemahaman tentang perencanaan keuangan keluarga menjadi sangat penting, mengingat mayoritas peserta seminar adalah ibu-ibu rumah tangga,” jelas mahasiswa Akuntansi tersebut.
Rizky juga menekankan pentingnya mempersiapkan seminar dengan matang agar hasil yang dicapai bisa maksimal dan berkelanjutan.
“Kegiatan seminar ini memang sederhana dan mungkin terlihat kurang inovatif, tetapi fokus utama kami adalah output-nya. Masyarakat desa menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga. Oleh karena itu, penyampaian materi ini diharapkan bisa memberikan solusi praktis bagi mereka,” tambahnya.
Baca Juga: FPCI USU Gandeng Konsulat Kehormatan Timor Leste untuk Edukasi Hubungan Internasional
Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa pemilihan sumber materi dilakukan dengan cermat agar masyarakat mendapatkan ilmu yang valid dan aplikatif. Oleh sebab itu, kelompoknya memanfaatkan referensi dari dosen untuk memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh pemateri, yakni Desiyanti dan Dhafin, adalah bagaimana mengubah materi akademik menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Selain seminar, mahasiswa KKN Unair juga mengajak peserta untuk langsung mengamalkan ilmu yang telah diberikan. Dalam sesi KETALI mengenai ZISWAF, para mahasiswa mengajak masyarakat untuk berdonasi dan menerapkan konsep yang telah dipelajari.

“Kebetulan, salah satu warga baru saja mengalami musibah dengan meninggalnya anggota keluarga mereka. Oleh karena itu, donasi yang terkumpul dari KETALI akan disalurkan kepada keluarga tersebut. Selain itu, sebagian donasi juga akan diberikan kepada anak yatim dan warga yang membutuhkan,” tutup Desiyanti.
Baca Juga: Digitalisasi Arsip di Desa Slaharwotan Tingkatkan Efisiensi Administrasi
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-BBK Unair berharap masyarakat Desa Kesimantengah dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dan pemanfaatan ZISWAF sebagai bagian dari ekonomi Islam yang berkelanjutan.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





