Mahasiswa KKN 31 UNS 2025 Tanam 900 Bibit Nilam di Desa Kemuning dengan Media Galon Bekas, Dukung Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat

Dokumentasi Hasil Akhir Pelaksanaan Program Kerja Pembibitan Tanaman Nilam di Dukuh Tanen, Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar oleh KKN 31 UNS (19/02/25). (doc. KKN 31 UNS)
Dokumentasi Hasil Akhir Pelaksanaan Program Kerja Pembibitan Tanaman Nilam di Dukuh Tanen, Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar oleh KKN 31 UNS (19/02/25). (doc. KKN 31 UNS)

Kemuning, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 31 Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025 sukses melaksanakan program penghijauan dengan menanam 900 bibit Nilam di Dukuh Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mengusung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam.

Bacaan Lainnya

Penggunaan galon bekas sebagai wadah tanam menjadi inovasi yang ramah lingkungan sekaligus solusi untuk mengurangi limbah plastik. Dengan metode ini, tanaman dapat ditempatkan di berbagai lokasi, seperti pekarangan rumah warga maupun lahan kosong desa.

Selain memanfaatkan lahan yang tersedia, cara ini juga mendukung prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta poin ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Koordinator Lapangan KKN 31 UNS, Yudi Rinanto, menegaskan bahwa penggunaan galon bekas tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan contoh konkret pengelolaan limbah yang lebih bijak dan bermanfaat.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan dapat diterapkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam, kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya mengelola limbah plastik,” ujarnya pada (15/2/2025).

Proses Penanaman Bibit Nilam dalam Media Galon Bekas (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)
Proses Penanaman Bibit Nilam dalam Media Galon Bekas (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)

Tanaman Nilam memiliki nilai ekonomi tinggi karena minyak atsiri yang dihasilkan dari daunnya banyak digunakan dalam industri kosmetik, parfum, dan farmasi. Dengan tingginya permintaan global terhadap minyak Nilam, budidaya tanaman ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kemuning.

Kepala Desa Kemuning, Agus Harjono, menyambut baik program ini dan berharap masyarakat bisa terus mengembangkannya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN 31 UNS ini. Budidaya Nilam bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga: Pengoptimalan Sumber Daya Petani: Mahasiswa KKN UNS 130 Kenalkan Pupuk Organik Cair dari Air Leri di Tlogoharjo

Program ini juga mendukung SDGs poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-15 yang menyoroti perlindungan ekosistem daratan. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya Nilam berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Bibit Tanaman Nilam yang Sudah Tertanam dalam Media Galon Bekas (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)
Bibit Tanaman Nilam yang Sudah Tertanam dalam Media Galon Bekas (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)

Selain melakukan penanaman, mahasiswa KKN 31 UNS juga memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada warga mengenai teknik budidaya dan perawatan tanaman Nilam. Materi yang diberikan mencakup teknik pemupukan, penyiraman, serta cara pemanenan daun Nilam yang tepat untuk mendapatkan minyak atsiri berkualitas tinggi.

Ketua Tim KKN 31 UNS, Nathan Cahya, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengembangkan usaha budidaya Nilam secara mandiri.

“Kami memberikan panduan praktis agar masyarakat bisa memperbanyak tanaman Nilam dengan metode stek. Dengan cara ini, mereka bisa memperluas area tanam tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” katanya pada (17/2/2025).

Mahasiswa juga mengenalkan konsep agroekologi, yaitu sistem pertanian ramah lingkungan yang bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Pendekatan ini sejalan dengan SDGs poin ke-2 tentang Ketahanan Pangan dan diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Ketua Kelompok Tani Dukuh Tanen, Sumadi, menyatakan bahwa program ini membawa manfaat besar bagi petani lokal.

“Kami sangat berterima kasih atas inovasi ini. Budidaya Nilam bisa menjadi potensi unggulan desa dan kami berharap dapat terus mengembangkannya,” ujarnya pada (17/2/2025).

Baca Juga: Mahasiswa KKN 80 UNS Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Angin Aromaterapi di Dusun Secang

Dengan adanya dukungan dari mahasiswa KKN 31 UNS, Desa Kemuning kini memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan. Pengelolaan tanaman Nilam secara berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.

Jika program ini terus berlanjut, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Keberlanjutan budidaya Nilam dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat ekonomi desa secara keseluruhan.

Proses Pemasangan Paranet dan Penataan Layout Tanaman Nilam (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)
Proses Pemasangan Paranet dan Penataan Layout Tanaman Nilam (29/01/25). (doc. KKN 31 UNS)

Mahasiswa KKN 31 UNS telah membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti pemanfaatan galon bekas untuk media tanam bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa pertanian modern bisa dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan masyarakat yang terinspirasi untuk menerapkan inovasi serupa di berbagai daerah. Hal ini akan mendukung pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara lingkungan dan ekonomi.

Mahasiswa KKN 31 UNS yang terlibat dalam program ini antara lain Nathan Cahya Bintang Nusantara, Auwal Muhammad Zango, Vina Sagita Putri, Savira Miftakhul Jannah, Faisa Dalilah Listyowati, Fauziyyah Hasna Najmul Afina, Eka Yunanda Permata Putri, Naira Alba, Esa Karisyah Putri Utomo, dan Tia Puspita Agustiani.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *